Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) bersama Bupati Bantul Suharsono (kiri) dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih (kanan) saat membuka Bantul Ekspo 2019 di Pasar Seni Gabusan, Jumat (26/7/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Gelaran Bantul Expo 2019 yang dihelat oleh Pemkab Bantul di kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG), Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, dinilai efektif untuk mempromosikan serta menyosialisasikan capaian program dan pembangunan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan event seperti Bantul Expo bisa dibilang ajang yang sangat efektif untuk mempromosikan capaian pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya dalam event yang rencananya akan digelar hingga 5 Agustus mendatang tersebut jelas banyak dihadiri oleh masyarakat.
Bantul Expo 2019 merupakan salah satu agenda tahunan Pemkab Bantul yang sudah kali ketiga digelar dan memang selalu dikunjungi banyak orang. “Saya berharap Bantul Expo tahun ini akan jadi ajang pameran yang memberikan nilai hiburan, informasi, edukasi serta inovasi,” kata Sri Sultan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dalam pembukaan Bantul Expo 2019 di PSG, Jumat (26/7/2019).
Bantul Expo tahun ini diikuti oleh 62 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), intansi vertikal, perbankan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bantul, serta Ikatan Pengusaha Wanita (Iwapi). Masing-masing OPD menunjukan hasil inovasinya melalui beberapa stan. Selain itu juga ada 63 stan swasta dan 71 stan pasar malam dan 53 stan pedagang kaki lima (PKL).
Bupati Bantul Suharsono mengatakan keberadaan Bantul Expo selama ini terbukti telah banyak memberikan kesan positif dan mampu menjadi inspirasi bagi sejumlah pihak untuk turut memberdayakan dan mengembangkan potensi produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Bantul.
“Bantul Expo merupakan gambaran hasil pembangunan di Bantul diharapkan dapat turut mengembangkan potensi daerah, mendorong pertumbuhan investasi serta memberikan tempat dan ruang bagi UMKM dalam usahanya untuk terus bergerak sebagai salah satu penyangga ekonomi daerah,” kata Suharsono.
Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sri Muryuwantini mengatakan Bantul Expo 2019 juga menyediakan ajang hiburan dan permainan anak-anak. Dia mengatakan dari tahun ke tahun Bantul Expo selalu ada peningkatan. “Animo masyarakat untuk datang ke Bantul Ekspo tidak pernah surut dan justeru selalu meningkat,” ujar Ninuk, sapaan akrab Sri Muryuwantini.
Bantul Expo tahun ini ditargetkan mampu mendatangkan pengunjung minimal 200.000 orang. Sementara nilai transaksi ditargetkan mampu mencapai Rp3 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.