Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kondisi dapur rumah yang ludes terbakar di Dusun Banggan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo Senin (12/8/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, SENTOLO--Akibat lupa mematikan tungku usai memasak, sebuah dapur rumah milik Ngadiman, 52, warga Dusun Banggan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo ludes terbakar, Senin (12/8/2019) dini hari.
Kepala Polisi Sektor Sentolo, Kompol Kodrat mengungkapkan peristiwa bermula saat Ngadiman sedang memasak dengan tungku tradisional yang masih menggunakan kayu bakar pada malam sebelum kejadian. Diduga pemadaman api dari tungku tersebut tidak maksimal, sehingga membuat api-api kecil masih menyala. Namun hal ini tidak dia sadari dan memilih untuk tidur.
Sekitar pukul 03.00 WIB, Ngadiman terbangun karena mencium bau kayu terbakar. Saat ditelisik bau tersebut bersumber dari dalam tungku bekas hasil pembakaran untuk memasak yang ada di dapur rumahnya. Karena api sudah kadung membesar, Ngadiman kewalahan memadamkannya, kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar.
"Dari pengakuan korban kebakaran disebabkan api tungku yang dipadamkan belum tuntas, sehingga merembet dan membesar sampai menghanguskan dapur rumahnya," kata Kodrat saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).
Setelah warga berdatanggan, Ngadiman bersama para warga tersebut berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beberapa di antaranya ada yang masuk ke dalam dapur yang terbakar untuk menyelamatkan harta benda dan keluarga korban yang kebetulan masih berada di dalam rumah.
Selang beberapa menit, sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran Kulonprogo mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga, kepolisian, TNI, TRC BPBD Kulonprogo dan regu relawan, satu jam kemudian api dapat dipadamkan. Akibat peristiwa ini, Ngadiman menderita kerugian materi hingga Rp35 juta.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiyana, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen peristiwa ini, sekaligus memberikan bantuan berupa peralatan dapur, logistik dan terpal untuk menutup bagian atap yang berlubang.
Kepada masyarakat, dia mengimbau apabila sedang memasak atau membakar sampah agar diawasi. Jika api belum padam jangan ditinggal pergi, karena di musim kemarau ini, kejadian kebakaran karena kelalaian manusia kerap terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.