63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Ilustrasi. /Bisnis-Bisnis/Paulus Tandi Bone
Harianjogja,com, GUNUNGKIDUL—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul menunggu rencana pembangunan pos pemadam kebakaran di Kecamatan Karangmojo. Dari sisi lahan, Pemkab sudah membebaskan lahan namun hingga saat ini belum diketahui kapan pembangunan dimulai.
Kepala UPT Damkar Gunungkidul, Diyono, mengakui wacana pembangunan pos pemadam kebakaran di Karangmojo merupakan program lama yang muncul sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian hingga sekarang pembangunan belum terealisasi.
Untuk lokasi, Pemkab sudah membebaskan lahan di Dusun Srimpi, Desa Karangmojo. “Tanahnya sudah ada, tapi sekarang belum ada tanda akan dibangun,” kata Diyono kepada wartawan, Rabu (14/8/2018).
Dia menjelaskan, rencana pembangunan pos pemadam kebakaran di Karangmojo sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan. Selama ini pusat layanan masih tersentral di UPT Damkar Wonosari. Diharapkan adanya tambahan pos layanan dapat menyingkat waktu dalam upaya pemadaman sehingga dampak kebakaran bisa ditekan. “Kalau ada pos lain, maka ada pembagian wilayah penanganan kebakaran. Saat terjadi kebakaran besar, pos-pos yang ada bisa dioptimalkan untuk membantu penanganan,” katanya.
Diyono menuturkan, dengan luas wilayah yang hampir separuh dari luas DIY, idealnya di Gunungkidul terdapat lima pos damkar. Meski demikian, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pembangunan bisa dilakukan secara bertahap. “Untuk tahap awal akan dibangun di Karangmojo. Harapannya pos ini bisa mencakup wilayah Kecamatan Ponjong, Semin dan Karangmojo,” katanya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanta, mengatakan tahun ini tidak ada rencananya pembangunan pos damkar. Tahun depan Pemkab akan membangun pusat pemadam kebakaran di lokasi kantor pemerintahan terpadu di Desa Siraman. “Tahun ini tidak ada karena wacana pembangunan baru di 2020. Itupun yang dibangun adalah pusat pemadam kebakarannya dan belum ke pos yang lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi