Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Pemuda Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan menggotong iring-iringan naga sepanjang 250 meter di Alun-Alun Wates, Kecamatan Wates, Minggu (25/8/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar karnaval budaya untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia yang dipusatkan di Alun-Alun Wates, Kecamatan Wates, Minggu (25/8/2019).
Di acara itu, iring-iringan naga sepanjang 250 meter menjadi salah satu daya tarik yang mampu menghibur penonton dan memeriahkan karnaval budaya. Iring-iringan naga merupakan penampilan dari Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan. Ratusan warga Tayuban tumpah ruah di sepanjang jalan menuju titik penampilan Alun-Alun Wates.
Kepala Desa Tayuban, Muhammad Abdurrahman Wiyono, mengatakan untuk menyiapkan penampilan tersebut dibutuhkan waktu selama dua bulan. “Gotong royong dari masyarakat untuk membuat naganya,” ujarnya, kemarin.
Wiyono mengaku ide pembuatan naga sudah dirancang dari akhir 2018 lalu untuk meriahkan karnaval. Menurut dia, pembuatan naga untuk ditampilkan itu menelan biaya sekitar Rp50 juta yang dananya hasil dari swadaya masyarakat.
“Membuat naga sepanjang 250 meter ini untuk membangun rasa kebersamaan warga. Nilai-nilai persatuan yang dipegang,” tutur Wiyono. Tema yang diangkat dalam penampilan Tayuban lewat iring-iringan naga tersebut yaitu Manunggal Rasa Hambangun Desa.
Dibutuhkan pemuda sebanyak 250 orang untuk menggotong iring-iringan naga. Menurut Wiyono, naga mempunyai arti tersendiri sebagai bentuk kebersamaan masyarakat.
Karnaval budaya diikuti total 41 penampil dari karang taruna, desa, kecamatan, sekolah maupun instansi pemerintahan. Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluya, mengungkapkan tujuan karnaval untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat berperan aktif melestarikan budaya bangsa.
Karnaval diikuti dari berbagai lapisan masyarakat. Perjalanan dimulai dari Lapangan Pengasih, para penampil menampilkan beragam atraksinya di Alun-Alun Wates. “Acara berlangsung semarak, warga bersemangat untuk isi kemerdekaan,” ungkap Untung. (Fahmi Ahmad Burhan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.