30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (kiri) berfoto bersama Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo di Kantor DPC PDIP Bantul, Senin (16/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengapresiasi masuknya nama Ketua DPC PKB Bantul Abdul Halim Muslih dalam daftar penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PKB menilai hal tersebut menunjukan bahwa Halim miliki elektabilitas yang cukup tinggi.
Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawwawi mengatakan munculnya nama Abdul Halim di PDIP tentu tidak tiba-tiba, melainkan dilakukan secara objektif dan demokratis berdasarkan usulan dari bawah. "Jadi kemunculan nama Abdul Halim pasti melalui jaring aspirasi hingga ke tingkat pengurus anak cabang [PAC] dan akar rumput. Jadi bukan sekedar kepentingan elitenya," kata Subhan, Selasa (17/9/2019).
Dia mengatakan kehadiran Abdul Halim di DPC PDIP merupakan undangan resmi karena namanya masuk penjaringan bakal calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pillada) Bantul 2020 mendatang. Abdul Halim, kata Subhan juga sempat meminta izin kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY untuk menghadiri undangan tersebut sebagai bentuk apresiasi.
Dia menyadari perlunya berkomunikasi dengan sejumlah partai dalam gelaran Pilkada 2020, karena suara PKB dalam pemilu ini hanya enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. DPC PKB akan terus melakukan komunikasi politik lintas partai bahkan juga ormas yang bisa memberikan masukan demi kepentingan pilkada. "Tapi kami memiliki modal besar pada sosok Abdul Halim yang kami rasa punya elektabilitas dan popularitas cukup tinggi. Itu modal kami untuk menjadikan beliau [Abdul Halim] jadi Calon Bupati Bantul,” ujar Subhan.
Kendati begitu, dia tetap membantah bahwa pertemuan Abdul Halim dengan PDIP tidak bisa dimaknai bahwa PDIP dan PKB resmi berkoalisi. Menurut dia tahapan Pilkada masih cukup panjang dan PKB masih sangat terbuka berkoalisi dengan partai manapun.
"Semoga kemunculan Abdul Halim dalam penjaringan PDIP yang notebene partai besar dan peraih kursi terbanyak di DPRD Bantul akan memudahkan kami dalam menjalin komunikasi dengan partai-partai lain. Bagaimanapun, target kami adalah Bantul Satu [Bupati Bantul]”, ujar Subhan.
Sebelumnya DPC PDIP Bantul merilis nama-nama yang masuk dalam prnjaringan yang dilakukan selama sepekan terakhir. Tiga nama yang masuk penjaringan tertutup adalah Abdul Halim Muslih, Bambang Wisnu Handoyo, dan Joko Purnomo. Sementara tiga nama lain yang muncul dalam penjaringam terbuka adalah Kuswoyo, Agus Santoso, dan Kompol Kusilah.
Abdul Halim Muslih menyatakan hasil penjaringan PDIP merupakam kehormatan baginya. Ia mengatakan menjelang pilkada semuanpartai politik akan melakukan penjaringan bakal calon dan tidak menutup kemungkinan partai lainnya juga menjaring nama yang sama.
Ia juga menanggapi hasil itu dengan santai. "Ikuti saja karena semua partai bersahabat. Semuanya bertujuan bagaimana menjadikan Bantul yang maju dan lebih baik," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.