Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (kiri) berfoto bersama Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo di Kantor DPC PDIP Bantul, Senin (16/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengapresiasi masuknya nama Ketua DPC PKB Bantul Abdul Halim Muslih dalam daftar penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PKB menilai hal tersebut menunjukan bahwa Halim miliki elektabilitas yang cukup tinggi.
Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawwawi mengatakan munculnya nama Abdul Halim di PDIP tentu tidak tiba-tiba, melainkan dilakukan secara objektif dan demokratis berdasarkan usulan dari bawah. "Jadi kemunculan nama Abdul Halim pasti melalui jaring aspirasi hingga ke tingkat pengurus anak cabang [PAC] dan akar rumput. Jadi bukan sekedar kepentingan elitenya," kata Subhan, Selasa (17/9/2019).
Dia mengatakan kehadiran Abdul Halim di DPC PDIP merupakan undangan resmi karena namanya masuk penjaringan bakal calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pillada) Bantul 2020 mendatang. Abdul Halim, kata Subhan juga sempat meminta izin kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY untuk menghadiri undangan tersebut sebagai bentuk apresiasi.
Dia menyadari perlunya berkomunikasi dengan sejumlah partai dalam gelaran Pilkada 2020, karena suara PKB dalam pemilu ini hanya enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. DPC PKB akan terus melakukan komunikasi politik lintas partai bahkan juga ormas yang bisa memberikan masukan demi kepentingan pilkada. "Tapi kami memiliki modal besar pada sosok Abdul Halim yang kami rasa punya elektabilitas dan popularitas cukup tinggi. Itu modal kami untuk menjadikan beliau [Abdul Halim] jadi Calon Bupati Bantul,” ujar Subhan.
Kendati begitu, dia tetap membantah bahwa pertemuan Abdul Halim dengan PDIP tidak bisa dimaknai bahwa PDIP dan PKB resmi berkoalisi. Menurut dia tahapan Pilkada masih cukup panjang dan PKB masih sangat terbuka berkoalisi dengan partai manapun.
"Semoga kemunculan Abdul Halim dalam penjaringan PDIP yang notebene partai besar dan peraih kursi terbanyak di DPRD Bantul akan memudahkan kami dalam menjalin komunikasi dengan partai-partai lain. Bagaimanapun, target kami adalah Bantul Satu [Bupati Bantul]”, ujar Subhan.
Sebelumnya DPC PDIP Bantul merilis nama-nama yang masuk dalam prnjaringan yang dilakukan selama sepekan terakhir. Tiga nama yang masuk penjaringan tertutup adalah Abdul Halim Muslih, Bambang Wisnu Handoyo, dan Joko Purnomo. Sementara tiga nama lain yang muncul dalam penjaringam terbuka adalah Kuswoyo, Agus Santoso, dan Kompol Kusilah.
Abdul Halim Muslih menyatakan hasil penjaringan PDIP merupakam kehormatan baginya. Ia mengatakan menjelang pilkada semuanpartai politik akan melakukan penjaringan bakal calon dan tidak menutup kemungkinan partai lainnya juga menjaring nama yang sama.
Ia juga menanggapi hasil itu dengan santai. "Ikuti saja karena semua partai bersahabat. Semuanya bertujuan bagaimana menjadikan Bantul yang maju dan lebih baik," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.