Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Sejumlah siswa SLB Krida Mulya Rongkop mengikuti peragaan busana dalam acara memperingati Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cara unik dilakukan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Krida Mulia, Kecamatan Rongkop, untuk memperingati Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019). Selain menggelar pelatihan membatik, para siswa juga diajak mengikuti peragaan busana hasil kreasi di sekolah.
Meski memiliki keterbatasan, para siswa tidak canggung untuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Acara dibuka dengan pentas tari dari salah seorang siswa, selajutnya digelar acara fashion show busana kreasi dari sekolah.
Ada 10 anak dari berbagai jenjang kelas yang mengikuti peragaan. Satu persatu peserta tampil di atas panggung dengan memamerkan pakaian yang digunakan. Di dalam memperingati Hari Batik Nasional tidak hanya menggelar acara peringatan, tetapi juga sebagai ajang meresmikan gedung sentra batik hasil bantuan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), perusahaan anak cabang milik Kementerian Keuangan. Gedung ini selain sebagai tempat untuk membatik sekaligus berfungsi sebagai galeri.
Guru membatik di SLB Krida Mulya, Wagiyono, mengatakan sekolah yang berdiri sejak 2012 itu mendedikasikan sebagai sekolah berkebutuhan khusus yang mengembangkan keterampilan membatik. Diharapkan dengan keterampilan ini para siswa dapat memiliki keahlian yang bermanfaat untuk bekal belajar mandiri. “Sudah banyak anak-anak yang pandai membatik, bahkan ada beberapa anak yang ikut lomba mendesain batik,” katanya, Rabu.
Menurut dia untuk memberikan pelatihan membatik kepada anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Pasalnya, pelatihan hanya bisa diterima saat siswa memiliki kondisi yang baik. “Kalau tidak semangat, maka pelajaran harus diakhiri. Jika diteruskan juga percuma karena anak-anak tidak bisa fokus,” tuturnya.
Salah seorang siswa SLB Krida Mulya, Fenti Oktaviani, mengaku senang dapat berlatih membatik. Menurut dia meski sedikit mengalami kesulitan khususnya pada saat awal proses pembatikan, hal itu tidak membuatnya patah semangat. “Kalau awal menulis seringkali malam yang dituangkan ke canting meluber sehingga membuat titik noda di sela-sela desain,” katanya seperti diterjemahkan oleh guru penerjemah.
Fenti pun mengaku senang karena bisa berlatih membatik yang menjadi bagian dari pengembangan diri untuk menjadi lebih baik. “Saya tinggal di asrama. Jadi upaya pelatihan bisa dilakukan kapan saja,” katanya.
Direktur PT SMI, Ghozie Indra Dalel, mengatakan pemberian bantuan pembangunan gedung sentra batik di SLB Krida Mulya merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) yang dimiliki perusahannya. Selain fasilitas gedung dan alat membatik, para siswa juga diberikan pelatihan turunan membatik seperti cara membuat tas batik. “Agar optimal kami juga memberikan bantuan pelatihan untuk pemasaran secara online,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.