Peserta Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Lahan transmigrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) asal Gunungkidul bakal mengikuti program transmigrasi di tahun ini. Adapun tujuannya masih seputaran Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Kepala Seksi Komunikasi Informasi dan Edukasi Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Chatarina Emi Purwaning, mengatakan kuota transmigrasi tahun ini sudah terpenuhi. Rencananya ada 15 KK yang diberangkatkan ke luar Pulau Jawa.
Menurut dia program transmigrasi tidak hanya sebagai upaya pemerataan jumlah penduduk. Dalam program ini ada harapan dari keluarga untuk bisa meningkatkan taraf hidup. Pasalnya, para peserta di lokasi transmigrasi tidak hanya diberikan tempat tinggal, tapi juga diberi lahan pertanian. “Saat ditanya kenapa ingin ikut [program transmigrasi], rata-rata menjawab karena ingin mendapatkan hidup yang lebih layak,” kata Emi kepada wartawan, Senin (14/10/2019).
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto, mengatakan jajarannya mendukung pelaksanaan program transmigrasi. Menurut dia, program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan dengan program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya menyangkut dengan upaya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.