Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi tiket masuk pariwisata. Pasalnya, hingga pertengahan Oktober capaian baru sebesar 72,4% dari target yang dicanangkan.
Data yang masuk hingga Jumat (18/10), jumlah pengunjung masuk sebanyak 2.383.276 orang dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp18.011.910.235. Jumlah ini masih jauh dari target karena di tahun ini Dinpar menargetkan kunjungan 3,7 juta wisatawan dan pendapatan Rp27.823.128.500.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan jajarannya masih harus bekerja secara keras untuk menutupi kekurangan target PAD sebesar Rp9,8 miliar hingga akhir tahun ini. Dinpar terus berusaha agar target yang dipatok bisa dipenuhi. “Kami masih optimistis dan mudah-mudahan target bisa terpenuhi,” kata Hary kepada wartawan, Senin (21/10/2019).
Menurut dia, untuk menutupi kekurangan target PAD sangat bergantung dengan libur di akhir tahun dan liburan sekolah. Hari pun berharap libur panjang di akhir tahun bisa mendongkrak pendapatan. “Potensi yang ada akan kami maksimalkan,” katanya.
Capaian PAD hingga pertengahan Oktober ini bisa berakibat tidak terpenuhinya target. Melesetnya target dari sektor retribusi wisata sudah terjadi pada tahun lalu. Pada saat itu, Pemkab menargetkan pendapatan Rp28 miliar hanya terpenuhi sekitar Rp24,2 miliar.
Menurut Hary, tidak tercapainya target di tahun lalu tidak lepas dari sejumlah isu seperti adanya gelombang tinggi di kawasan pesisir Gunungkidul. Selain itu, jumlah kunjungan di sektor utara juga berdampak terhadap capaian secara keseluruhan. “Destinasi pantai masih menjadi primadona. Tapi untuk menggenjot pendapatan, kami juga mengoptimalkan destinasi minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk, Gunung Api Purba Nglangeran hingga Embung Batara Sriten,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Emas Plumbungan, Kecamatan Patuk, Andri Purwanto, mengatakan jumlah pengunjung di kawasan wisata kuliner yang dikelola saat ini lesu. Hal ini dikarenakan adanya penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung. “Sedang sepi dan ini menjadi tahun yang berat untuk dapat mendongkrak pendapatan,” katanya.
Dia tidak ingin tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan terus terjadi karena berdampak terhadap pendapatan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat jajarannya akan mengumpulkan seluruh pengelola untuk melakukan evaluasi besar-besaran. “Harus ada inovasi agar pengunjung tidak bosan. Rencananya untuk memaksimalkan potensi yang ada kami menggelar koordinasi di internal pengelola,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.