Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan, menegaskan jajarannya komitmen untuk mengamankan Pilkades Serentak 2019 yang berlangsung pada 23 November mendatang. Guna memaksimalkan pengamanan Polri membuat kajian tentang potensi kerawanan. “Sudah kami kaji dan itu jadi bahan untuk standar dalam pengamanan,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).
Menurut dia, dari sisi internal sudah membuat pemetaan. Hanya, hasil dari kajian tidak bisa diungkapkan ke publik, khususnya desa yang dinilai rawan. “Kerawanan itu ada dan kami akan mengantisipasi agar pilkades dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Untuk pengamanan, Agus memastikan jajarannya tidak bekerja sendirian. Selain terus berkomunikasi dengan TNI, Polres Gunungkidul juga berkoordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forfompimda) Gunungkidul. “Kami siap dan keberadaan Bhabinkamtibas di setiap desa akan dioptimalkan sehingga potensi kerawanan bisa ditekan,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemerdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan. Menurut dia, untuk pengamanan Pemkab sudah berkoordinasi dengan pihak yang berwenang. “Harapannya semua berjalan seperti pelaksanaan pilkades di tahun-tahun sebelumnya,” kata Farkhan.
Dia menjelaskan dari sisi teknis Pemkab terus melakukan persiapan pencoblosan, dan ditargetkan permasalahan logistik dapat diselesaikan sepekan sebelum pemilihan. Farkhan menuturkan pengadaan logistik dalam pilkades serentak tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Pemkab tidak lagi mengurusi pencetakan surat suara, dan kewenangan dilimpahkan ke desa. Pencetakan diserahkan ke desa dengan harapan tidak ada salah cetak gambar calon maupun kesalahan saat pendistribusian. “Untuk logistik kami membantu pengadaan alat coblos, formulir untuk rekapitulasi dan kotak suara,” katanya.
Dia menambahkan penyelenggaraan pilkades tahun ini digelar di 56 desa. Berdasarkan dari hasil pendaftaran, tidak ada pelaksanaan yang ditunda karena seluruh desa telah memenuhi syarat minimal bakal calon yakni dua calon. “Dengan tidak adanya perpanjangan pendaftaran, maka pelaksanaan pemilihan bisa sesuai jadwal yakni 23 November menjadi hari untuk pencoblosan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Penembakan terjadi di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya. Dua warga terluka dan kini dirawat di RSUD Wamena.
Kemenhut mengevaluasi pembagian manfaat program FCPF-CF senilai US$110 juta agar lebih transparan dan dapat diakses masyarakat.
Chelsea menang 3-0 atas AC Milan di Indonesia Super Cup 2026. Joao Pedro mencetak dua gol, disusul gol Moises Caicedo.
Spanyol mengerahkan sekitar 2.300 personel polisi dan tentara ke Ceuta untuk mengantisipasi seruan migrasi massal pada 15 Agustus.
Toyota berencana menambah pilihan kendaraan elektrifikasi setelah penjualan mobil hybrid dan listrik meningkat hampir dua kali lipat di GIIAS 2026.