Kali Oya Mengering, Warga Semin Berburu Emas
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Sejumlah pemohon mengantre mendapatkan nomor pendaftaran layanan permohonan surat keterangan sehat jasmani dan rohani di RSUD Wonosari, Jumat (15/11/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Manajemen RSUD Wonosari membatasi kuota pendaftaran pencari surat keterangan kesehatan jasmani dan rohani. Untuk mengurangi antrean, setiap harinya pendaftaran dibatasi 50 orang.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan pendaftaran CPNS berdampak terhadap meningkatnya layanan surat keterangan sehat jasmani dan rohani. surat ini dibutuhkan karena menjadi salah satu syarat untuk pendaftaran. “Sejak pekan lalu sudah mulai terlihat adanya peningkatan permohonan. Untuk itu setiap harinya kami batasi hanya 50 pendaftar,” katanya saat ditemui di Aula RSUD Wonosari, Jumat (15/11/2019).
Menurut dia, kebijakan pembatasan pendaftaran dilakukan untuk mengurangi antrean panjang. Hal ini tidak lepas dari minimnya dokter spesialis kejiwaan di RSUD Wonosari. Heru menuturkan hingga saat ini rumah sakit yang dia pimpin hanya memiliki satu dokter spesialis kejiwaan sehingga kewalahan dalam memberikan pelayanan. “Antrean sudah panjang karena daftar Rabu [13/11/2019], baru diperiksa pada Senin [18/11/2019]. Kalau kami buka secara bebas, maka dokter kami akan kewalahan,” katanya.
Menurut dia, kondisi berbeda terjadi di tahun lalu. Meski antrean saat pendaftaran CPNS melonjak, sisi pelayanan tidak terganggu karena masih ada dokter koas yang dapat membantu. “Kalau sekarang dokter kejiwaan bekerja sendirian sehingga kami ambil kebijakan membatasi pendaftaran setiap harinya. Agar layanan lebih cepat, selain membatasi jumlah pendaftaran ruangan layanan juga dipindah ke poli yang lebih luas,” katanya.
Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari, Sumartono, mengatakan jajarannya sebisa mungkin memberikan layanan secara maksimal. Apabila ada calon pendaftar yang ingin mencari surat keterangan sehat jasmani dan rohani tapi kuota harian terpenuhi maka diminta meninggalkan nomor kontak yang bisa dihubungi. “Kalau ada kuota kosong maka kami hubungi sehingga bisa memperoleh pelayanan untuk mendapatkan surat tersebut,” katanya.
Menurut dia, untuk layanan RSUD Wonosari juga memberikan surat keterangan bebas narkotika dan zat adiktif (napza). “Ini juga sebagai salah satu syarat untuk CPNS. Jika pendaftar membutuhkan, kami siap memberikan pemeriksaan,” katanya.
Salah seorang pemohon surat keterangan sehat jasmani dan rohani, Nur Rahmat Hidayat, mengatakan dirinya ingin menjadi pegawai negeri sipil. Sejak lulus SMA ia mengaku sudah mendaftar CPNS sebanyak dua kali. “Saya akan mencoba lagi untuk menjadi sipir. Untuk saat ini sedang antre guna mendapatkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.