Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ketua LPMK Karangwaru, Subandono menunjukkan alat pengolah sampah di Kelurahan Karangwaru, Kamis (14/11/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sampah yang setiap hari diproduksi oleh rumah tangga maupun industri menjadi persoalan yang yang memerlukan kepedulian bersama baik dari pemerintah juga masyarakat untuk menanggulanginya. Beberapa kali ditutupnya TPST Piyungan di Bantul seharusnya menjadi alasan untuk memulai gerakan mengelola sampah dengan lebih cermat.
Sejumlah wilayah telah melakukan pengelolaan sampah dengan berbagai inovasi, seperti bank sampah, daur ulang untuk kerajinan dan lainnya. Salah satunya adalah yang ada di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, di mana kelurahan bersama warga menginisiasi pembuatan alat pengolah sampah.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Karangwaru, Subandono, mengatakan di Kecamatan Tegalrejo ada tiga alat pengolah sampah dengan model yang berbeda-beda. Di Bener dengan tembok, Karangwaru dengan stainless dan cerobong asap, lalu Kricak dengan skala kecil dan asap yang disemprot menggunakan air ke bawah.
“Di tempat kami sebenarnya pengelolaan sampah sudah jalan, tetapi memang belum sepenuhnya difungsikan. Tinggal cerobong asapnya dinaikkan ke atas. Sebenarnya sempat dicoba sampai 14 gerobak sampah dalam satu hari sudah tidak ada masalah, artinya bisa terbakar sempurna dan asapnya tidak tebal,” katanya, Kamis (14/11/2019).
Alat pengolah sampah tersebut, kata dia, berkapasitas satu truk atau sekitar empat kubik, dengan durasi enam jam. Ia mengungkapkan alat ini dibuat menggunakan Dana Stimulan Kelurahan Tahap Pertama pada sekitar Juni lalu. “Setelah serah terima dari kelurahan, kami dari LPMK langsung benahi,” katanya.
Alat ini meniru alat serupa dari Cirebon. Proses pembuatannya pun mendatangkan langsung tenaga teknis dari Cirebon, yang selanjutnya masyarakat juga diajari. Saat ini pihaknya sedang membersihkan saringan alat untuk selanjutnya disempurnakan dan bisa kembali dipakai.
Lantaran kapasitasnya yang masih kecil, untuk sementara alat pengolah sampah ini hanya bisa digunakan sebatas untuk dua kampung, yakni Karangwaru Lor dan Blunyahrejo. “Harapannya setelah disempurnakan bisa menyebar untuk seluruh kampung di Karangwaru,” ujarnya.
Dia menargetkan ke depan warga tidak perlu membuang sampah sampai ke TPST Piyungan, melainkan dimusnahkan dengan alat pengolah sampah. Ini menjadi salah satu uji coba kalau suatu waktu TPST Piyungan ditutup, maka warga sudah siap dengan alat ini.
Lurah Karangwaru, Sulasmi, mengatakan sampai saat ini kelurahannya masih menguji coba penggunaan alat pengolah sampah ini, sehingga masih perlu sejumlah penyempurnaan. “Semisal terkait dengan asap, jangan sampai mengganggu warga,” katanya.
Alat ini kata dia, bisa membakar baik sampah organik maupun nonorganik. Tapi kalau keduanya dicampur, maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Maka ia mengimbau warga untuk mmilah terlebih dulu sampahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.