JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Bupati Gunungkidul bercengkerama dengan anak balita di Dusun Grogol III, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, dalam kegiatan Tilik Posyandu dan Launching Ceting Bumia Kibaske Rok, Selasa (17/12/2019). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Salah satunya dengan meluncurkan program Pencegahan Stunting Bayi Baru Lahir dengan Penurunan Anemia Ibu Hamil dan Gerakan Bebas Asap Rokok (Ceting Bumia Kebaske Rok) di Dusun Grogol 3, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Selasa (17/12/2019).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan program kesehatan ibu dan anak melalui Ceting Bumia Kebaske Rok merupakan inisiasi dari UPT Puskesmas Karangmojo. Inovasi ini dilakukan karena adanya beberapa permasalahan di masyarakat seperti kelahiran bayi stunting, ibu kekurangan darah hingga asap rokok yang berpotensi mengganggu kesehatan keluarga. "Program ini diharapkan meningkatkan kesehatan keluarga khususnya ibu dan anak," katanya, Selasa.
Guna memaksimalkan program ini dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Satu Satu Siaga yang terdiri dari kader posyandu. Keberadaan satgas ini menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program Ceting Bumia Kebaske Rok. Adapun tugas dari satgas untuk melakukan pengawasan terhadap ibu hamil untuk rutin meminum obat tambah darah selama tiga bulan serta mensosialisasikan gerakan anti asap rokok dalam masyarakat. "Satgas juga mendorong pemeriksaan ibu hamil secara berkala sehingga janin yang dikandung dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting," ujar Dewi. Untuk sementara program Ceting Bumia Kebaske Rok difokuskan di Kecamatan Karangmojo. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan program ini diterapkan di seluruh Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mendukung upaya pembuatan inovasi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui program Ceting Bumia Kibaske Rok. Diharapkan dengan program ini bisa menanggulangi sejumlah permasalahan seperti kelahiran bayu stunting hingga peningkatan kesehatan ibu hamil. “Ini penting dengan pencegahan juga sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat dan kuat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.