Pangdam IV Diponegoro Apresiasi Aksi Cepat Tanggap di Hari Juang TNI AD

ACT berkolaborasi dengan TNI AD di kegiatan Hari Juang TNI AD, Senin (17/12/2019). - Ist
17 Desember 2019 18:57 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta mendapat apresiasi dari Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral TNI Mochamad Effendi pada kegiatan Hari Juang TNI AD, Senin (17/12/2019).

Acara yang digelar di Lapangan Desa Patuk, Gunungkidul, menghadirkan berbagai tokoh masyarakat di antaranya perwakilan Gubernur DIY, Bupati Gunungkidul, Pangdam IV Diponegoro, Danrem 072/Pamungkas, serta Kodim di seluruh Yogyakarta.

Mengawali kegiatan Hari Juang TNI AD, Pangdam IV Diponegoro meninjau langsung di sekitar area lapangan. Dalam kunjungannya di armada Rice Truck, Mochamad Effendi menyampaikan kontribusi ACT pada acara Hari Juang TNI AD untuk membantu masyarakat sangat luarbiasa.

"kita apresiasi kepada teman-teman dari ACT sudah turut menghadirkan bantuan beras gratis berupa Rice Truck," ungkapnya. 

Panglima Kodam IV Diponegoro tersebut juga menyempatkan mencoba mekanisme pengambilan beras otomatis dari Rice Truck, selain itu juga dilakukan simbolisasi dengan menyerahkan 5 kilogram beras kepada masyarakat setempat. 

Saat mendampingi Pangdam, Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto menyampaikan, ACT menerjunkan dua armada terbaiknya yaitu Rice Truck dan Food Truck untuk berbagi beras gratis dan makanan siap santap bersama TNI dan masyarakat.

"Armada Humanity Rice Truck kami hadirkan untuk memberi layanan beras gratis sebanyak tiga ton dan satunya armada Food Truck kami persiapkan masakan 1.000 porsi untuk bersantap bersama TNI dan masyarakat," paparnya. 

Selain peninjauan di armada Rice Truck, Pangdam IV Diponegoro, Danrem 072/ Pamungkas serta Kepala Cabang ACT DIY juga berkunjung di armada Food Truck untuk menyaksikan proses memasak yang dilakukan di dalam armada.

Acara Hari Juang TNI AD kali ini juga dimeriahkan dengan pembagian 3.250 sembako, bedah rumah warga yang tidak layak huni, menanam ribuan pohon, layanan kesehatan, serta khitanan masal secara gratis.