Sehari Telan Rp80.000, Ini Sapi Kurban Presiden Prabowo di Gunungkidul
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Sejumlah siswa tengah berlarian di lingkungan SD Negeri Gading Asri yang bersebelahan langsung dengan proyek pelebaran jalur alternatif Ngalang-Gading di Desa Gading, Kecamatan Playen, Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di titik Ngalang-Tawang selesai dilakukan. Total anggaran untuk pembebasan 671 bidang tanah dengan luas sekitar 25 hektare mencapai Rp105 miliar.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Gunungkidul, Winaryo, mengatakan pembebasan lahan untuk pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman berjalan lancar. Seluruh warga terdampak menerima dan telah mendapatkan pembayaran dari pembebasan lahan tersebut.
Menurut dia, proses pembayaran sudah dimulai sejak akhir Oktober dan saat ini proses pembebasan untuk 671 bidang sudah memasuki tahap akhir karena pembayaran tinggal menunggu untuk tanah kas desa. Tanah ini belum bisa mendapatkan ganti rugi karena prosesnya harus mendapatkan izin dari Gubernur DIY. “Masih menunggu izin, nanti kalau sudah turun segera dibayarkan,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/12/2019).
Winaryo menjelaskan total anggaran untuk pembebasan lahan seluas 25 hektare menelan anggaran Rp105 miliar. Adapun nominal yang diterima setiap warga tidak sama karena disesuaikan dengan luasan lahan yang dibebaskan. “Untuk pembebasan semuanya menggunakan Dana Keistimewaan dari Pemerintah DIY,” katanya.
Dengan selesainya pembebasan lahan maka proses bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik. Meski demikian, Pemkab Gunungkidul tidak memiliki kewenangan karena proses berada di tangan Pemda DIY. “Kami hanya membantu. Untuk pembebasan lahan proses juga ditangani oleh Kanwil BPN DIY,” ujarnya.
Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, mengatakan jajarannya ikut menghadiri dalam proses pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman. Menurut dia, di wilayah Patuk ada beberapa desa yang terdampak seperti Nglegi, Bunder, Putat, Ngglanggeran hingga Ngoro-oro. “Sudah dibayarkan karena warga mau menerima nominal ganti ruginya,” kata Ambar.
Mantan Camat Ponjong ini mendukung sepenuhnya upaya pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Diharapkan pembangunan itu dapat meningkatkan roda perekonomian bagi warga sekitar. “Tujuannya untuk mengurai kemacetan di jalur utama Jogja-Wonosari, tapi dengan adanya jalan itu juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.