Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Warung di Jl. Anggajaya 1 Condongcatur Depok Sleman dirusak gerombolan bermotor, Sabtu (4/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejahatan jalanan alias klithih kembali terjadi awal tahun ini. Pelakunya diduga dua geng pelajar yang berbasis di Sleman. Mereka mengobrak-abrik warung. Setidaknya tiga orang menjadi korban di dua lokasi kejadian.
Gerombolan remaja itu memulai aksinya di Jl. Anggajaya 2 Condongcatur, Depok, Sleman, tak jauh dari markas Polda DIY, Sabtu (23/1/2020) malam. Mereka tiba-tiba mendatangi sebuah warung makan. Salah seorang saksi mata dan juga pemilik warung yang jadi sasaran kekerasan geng ini, Darsono, mengatakan kekerasan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. “Tiba-tiba remaja yang berboncengan sekitar 10 datang dari arah utara. Mereka berteriak dan menghancurkan etalase kaca warung,” kata Darsono kepada Harian Jogja, Minggu (5/1/2019).
Selain melempari warung dengan batu, beberapa perusuh membawa senjata tajam. Mereka menyerang secara membabi-buta. Enam orang di warung tersebut, tiga di antara mereka pembeli, berupaya menyelamatkan diri ke lantai kedua bangunan tersebut. Namun, sejumlah penyerang mengejar mereka.
“Ada pembeli saya yang terluka di bagian kepala sebelah kiri. Cukup parah karena terkena sajam. Dibacok di lantai atas. Satu pembeli lagi memar di bagian kakinya,” cerita Darsono.
Selain melukai pembeli, gerombolan tersebut juga merusak etalase, rice cooker, piring dan kursi. Bahkan, kaca toko di sebelah warung makan tersebut juga pecah dilempari batu. “ Kerugiannya sekitar Rp4 jutaan. Kami berharap pihak keamanan meningkatkan penjagaan. Kami hanya berjualan, merantau jauh ke sini, tidak tahu apa-apa kok malah diserang,” katanya.
Agus Kastani, warga setempat mengatakan aksi serupa juga pernah terjadi di Jl. Anggajaya belum lama ini. Tetapi yang diserang berbeda lokasi. Namun dia tidak tahu apakah penyerang gerombolan yang sama atau tidak. Agus berharap agar aparat keamanan meningkatkan operasi agar masyarakat tidak resah.
“Kami tentu saja cemas dengan kejadian ini, karenatidak menutup kemungkinan, saya, anak, teman, tetangga juga bisa menjadi korban,” katanya.
Gerombolan bermotor itu kemudian bergerak ke arah selatan. Menurut sejumlah saksi, mereka melaju sambil menyeret sajam ke aspal, menuju salah satu pusat bisnis ponsel di jalan Moses Gatotkaca, Mrican Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman. Di jalan tersebut mereka juga menyerang sebuah konter ponsel. Satu korban dilaporkan terluka akibat sabetan senjata tajam.
“Sudah ada laporan. Kami masih mendalami kasus ini. Tim sudah bergerak mudah-mudahan segera terungkap,” kata Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal.
Dia mengatakan aksi tersebut murni kriminal. “Dari informasi yang kami dapat, antara pemilik warung dengan pelaku tidak ada masalah. Jadi kami dalami dulu kasus ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.