Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden kenakalan remaja kembali marak di awal bulan Ramadan. Peristiwa klitih dan aktivitas bermain petasan mulai muncul di sejumlah tempat di DIY. Disdikpora DIY meminta sekolah untuk mengawasi murid selama bulan Ramadan untuk mencegah munculnya kenakalan remaja.
Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengatakan, di bulan Ramadan pihaknya mengurangi durasi jam belajar dari yang semula 45 menit per satu jam pelajaran menjadi 35 menit saja. Otomatis hal ini membuat waktu murid di sekolah menjadi lebih sedikit dari biasanya, sehingga sekolah dan orang tua diminta untuk tetap mengawasi murid.
BACA JUGA : Polda DIY Terjunkan Para Pejabat Utamanya untuk Cegah Kejahatan Jalanan di Jogja
"Kami menyampaikan juga ke sekolah dan orang tua untuk mengawasi anak selama bulan Ramadan. Kegiatan Ramadan dan rohis, pesantren ramadan harus diikuti," katanya, Senin (18/3/2024).
Sekolah, kata dia bisa mengisi waktu murid dengan sejumlah kegiatan kerohanian agar waktu murid bisa dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif. Misalnya saja kajian kitab, aksi sosial dan hal lain yang bisa dilaksanakan di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.
"Memang harus berbeda nuansa rohani dengan bulan yang lain," ujarnya.
Kepala Sekolah SMAN 10 Jogja Sri Moerni menyebut, sekolahnya menerapkan aktivitas kerohanian kepada murid yang beragama Islam selama bulan Ramadan. Sedangkan yang beragama lain diberikan ruang yang berbeda untuk doa bersama. "Sebelum pembelajaran, yang muslim memulainya dengan imtaq tadarus bersama," katanya.
Sekolah juga memberikan tugas kepada murid berupa mengirimkan catatan kegiatan selama Ramadan. Di malam hari murid juga diminta untuk mengikuti kegiatan di rumah masing-masing berupa tarawih dan tadarusan. Kemudian jika ada salat fardu berjamahan murid juga diminta untuk membuat catatannya.
BACA JUGA : Cegah Kekerasan Jalanan saat Ramadan, Satpol PP Jogja Gencarkan Operasi Jam Malam
"Karena kalau tidak terpantau kan semangat anak kurang optimal, kalau dilaporkan secara periodik anak-anak lebih giat untuk mengikuti kegiatan positif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.