Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN--Proyek tol Jogja membuat sejumlah warga terdampak pembangunan cemas.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali melanjutkan sosialisasi dalam pembangunan tol Trase Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Kali ini giliran desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman yang menjadi wilayah sosialisasi.
Meski belum dilakukan pematokan atau pengukuran tanah, sejumlah warga dibuat was-was dengan tol yang akan memangkas lahan sawah hingga bangunan rumah milik warga. Bejo (85) menuturkan masih kesulitan mencari lokasi baru untuk pindah. Pasalnya rumah yang berada di Desa Karanglo seluas 150 meter persegi bakal tergusur.
"Saya harus mencari lagi lokasi untuk membangun rumah baru. Karena rumah yang saya tempati saat ini terkena dampak dari tol tersebut," terang Bejo kepada wartawan saat sosialisasi Pembangunan Jalan Tol Trase Yogyakarta-Solo di Balai desa Purwomartani, Senin (13/1/2020).
Bejo mengungkapkan rumah seluas 150 meter persegi itu ditempati oleh tiga orang, yakni Bejo sendiri, anak serta cucunya.
"Saya tinggal bersama anak serta cucu saya, jadi jika tergusur kami bingung harus mencari lokasi lain yang bisa ditempati. Karena sudah tidak ada rumah lagi di sini (Karanglo)," tuturnya.
Pihaknya berharap Pemda DIY dapat memberi kompensasi yang sesuai dengan kerugian warga yang didapat, bahkan pihaknya berharap kompensasi yang diberikan lebih dari kerugiannya. Sehingga, masa depan masyarakat terdampak tol di Purwomartani bisa tetap hidup.
"Sekarang hanya berharap kepada pemerintah untuk bisa memberi ganti untung. Jika harus pindah biayanya cukup besar. Karena sudah sulit mencari tanah," terangnya.
Salah seorang warga lain yang tinggal di perumahan kawasan Tapan, Karanglo, Kecamatan Purwomartani, Sleman, Ali Rahman (41) menyebut bahwa rumah seluas 735 meter persegi bisa jadi terdampak pembangunan tol tersebut.
"Luas bangunan rumah yang terdampak belum tahu. Tapi jika yang jelas terkena adalah lahan sawah. Kami tinggal menunggu pemerintah melakukan pengukuran, namun belum tahu kapan," jelasnya.
Rencana pembangunan tol di Kecamatan Purwomartani nantinya berdampak terhadap 600 bidang tanah. Sosialisasi sendiri dilakukan selama tiga hari berturut-turut mulai Senin-Rabu (13-15/1/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.