Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, menunjukkan barang bukti yang disita, Rabu (22/1/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Polres Umbulharjo meringkus seorang pemabuk yang membuat onar di Kampung Ponggalan, Kelurahan Giwangan, Senin (20/1/2020) malam. Pelaku yang sempat dihajar warga ini didapati membawa senjata tajam.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetto, menjelaskan kejadian bermula ketika pelaku, Dito Dwi Setyawan, 31, mendapat kabar istrinya yang pergi dari rumah berada di Ponggalan. "Dalam kondisi mabuk, dia bersama dua temannya menuju Ponggalan pukul 23.30 WIB," ujarnya, Rabu (22/1).
Sesampainya di Ponggalan diduga karena mabuk parah, kedua temannya pun meninggalkannya. Dito terus mengendarai motornya dengan keadaan sempoyongan. Warga yang sedang ronda pun menghentikannya dengan baik-baik dan menanyai identitasnya.
Namun Dito malah terbawa emosi dan berteriak mengancam warga akan membacok mereka. Mendengar ancaman ini, warga pun langsung mengamankannya beserta tas bawaannya, yang di situ ditemukan sebilah pedang, tongkat besi dan keling besi.
Saat diamankan, Dito memberontak sehingga warga pun menghajarnya. Tak lama, Polisi datang ke lokasi dan langsung membawa Dito ke Mapolsek Umbulharjo. Untuk mengobati lukanya, Dito dibawa ke RS Hidayatulloh.
Ketiga senjata Dito beserta sepeda motornya diamankan sebagai barang bukti. Kedua temannya akan dipanggil sebagai saksi untuk pemeriksaan kepemilikan senjata itu. Atas perbuatannya, Dito diancam UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.