Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja mulai tahun ini menggunakan Dana Keistimewaan. Selain untuk pembinaan sumber daya manusia, kegiatan lain yang juga disokong Dana Keistimewaan yakni pembangunan fisik.
Kepala Bidang (Kabid) Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Pratiwi Yuliani, menjelaskan dalam pembinaan, paling banyak menyerap anggaran ada di Bidang Seni Tradisi. "Ada pengiriman misi kebudayaan, FKY [Festival Kebudayaan Yogyakarta], Jogja Cross Culture, Fusion Art dan lainnya," katanya, Jumat (31/1/2020).
Untuk pembangunan fisik, dia mengungkapkan ada beberapa kegiatan, seperti melanjutkan pembangunan Ndalem Notoyudan yang sudah sejak 2018 dibangun pringgitannya. Tahun ini, pohaknya akan membangun pendopo dan Ndalem Ageng. "Supaya segera bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya masyarakat. Di Notoyudan kan sejauh inu belum ada gedung yang representatif. Di samping itu, ini kan juga Ndalem Pangeran, jadi penting," kata dia.
Pembangunan fisik lainnya yakni melanjutkan penataan fasad Kotagede di depan Makam Kotagede. Selama ini area tersebut hanya digunakan untuk tempat parkir dan menongkrong. "Sekarang bagus, ada muralnya. Atas permintaan masyarakat nanti kami rapikan dengan memperkuat karakternya," ujarnya.
Penataan area tersebut, ia contohkan seperti jalan dari Pasar Kotagede ke Watugatheng yang karakter aslinya bertekuk-tekuk. Itulah sebabnya, jika ada penghuni yang membangun garasi tidak permanen menutupi tekstur jalan, nantinya akan ditertibkan.
Dengan begitu, karakter asli kawasan tersebut pun bisa terlihat. "Kami tentu berembuk dengan warga dan pengurus BPKCB [Badan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya]. Ini biar terlihat indah dan rapi. Juga supaya terlihat karakter aslinya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
KPK meminta Nusron Wahid kooperatif setelah absen dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
Survei BI mencatat IKK September 2026 berada di level 118,1, turun 7,1 poin dari Januari, tetapi masih berada di zona optimistis.
Sebanyak 290 pekerja di Bantul terkena PHK hingga September 2026. Disnakertrans menyiapkan pendampingan dan perluasan kesempatan kerja.
Diseminasi Doktor UKDW mendorong inovasi lintas ilmu melalui beragam penelitian di bidang kesehatan, lingkungan, bisnis, teknologi, dan desain untuk pembangunan
Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta petugas meningkatkan kesiapsiagaan drainase, irigasi, dan infrastruktur air menghadapi musim hujan.