Sejumlah Warga Nanggulan Dibacok dan Ditodong Kawanan Pria

02 Februari 2020 15:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah orang dilaporkan menjadi korban pembacokan oleh kawanan tak dikenal di kawasan Kapanewon Nanggulan, Sabtu (1/2/2020) malam. Beberapa di antara korban sempat ditodong senapan angin.

Dari nformasi yang dihimpun Harian Jogja di lapangan, ciri-ciri pelaku antara lain berjenis kelamin laki-laki, berjumlah tiga orang, mengenakan penutup kepala, menggendarai sepeda Honda Vario warna putih dan itu membawa dua bilah pedang serta sebuah senapan angin.

Adapun aksi bar-bar oleh kawanan itu dilakukan sebanyak dua kali di dua lokasi di Kapanewon Nanggulan dengan rentang waktu kurang dari satu jam.

Aksi pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Dusun Ngemplak, Kalurahan Kembang. Korbannya, Marsudi, 45, warga Dusun Grubuk, Kalurahan Jatisarono, Nanggulan.

Marsudi yang diketahui hendak memancing di Sungai Progo, ditendang dari sepeda motor oleh tiga orang pria berpakaian serba hitam dengan penutup kepala. Korban lantas dibacok menggunakan pedang dan sempat ditodong senapan.

"Saya lihatnya pas ada motor jatuh, terus ada yang nyoba bacok pakai pedang, awalnya saya kira cuma becanda, soalnya dari kejauhan kaya garan pancing," ujar salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian Cifi Aquarius Santoso, 20.

Cifi mengatakan usai membacok Marsudi, para pelaku kabur ke arah timur. Sementara korban berhasil menyelamatkan diri meski menderita luka di kepala dan pergelangan tangan. "Darahnya keluar banyak banget, sempet saya tanya kenapa, tapi diem aja, padahal mau saya anter ke rumah sakit," ucapnya.

Semalam Marsudi sudah mendapat perawatan di rumah sakit umum PKU Muhammadiyah Kenteng, Nanggulan. Karena luka di bagian kepala cukup dalam hingga membuat tengkorak retak, malam itu juga Marsudi dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Adapun untuk aksi kedua terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Dusun Krinjing Kidul, Desa Jatisarono, dengan korban bernama Muhammad Apriyadi, 22, warga setempat. Apriyadi mendapat luka bacok di tangan bagian kanan dan telah menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Kenteng sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Ditemui di RSU PKU Muhammadiyah Kenteng, Sabtu malam, Apriyadi menceritakan peristiwa pembacokan tersebut. Bermula saat dirinya hendak ke warung untuk membeli rokok. Dalam perjalanan Apriyadi bertemu kawan satu desanya Yulius Erik, 28, dengan teman wanita Erik, Rina Ernawati, warga Sleman, Yogyakarta.

"Pas itu saya ngobrol-ngobrol dulu sama kawan saya ini, trus ada tiga orang pake motor nyamperin, tiba-tiba langsung bacok dan kabur," ujar Apriyadi.

Dalam aksi tersebut, para pelaku berupaya membacok Erik, namun gagal. Pedang mengenai gesper, sehingga Erik tidak menderita luka. Sementara untuk Erna, sempat ditodong senapan angin. "Pacar saya sampai syok mas, lha gimana tau-tau langsung ditondong, sayanya dibacok tapi untungnya cuma kena gesper," terang Erik.

Kapolsek Nanggulan, Kompol Sudarsono, membenarkan peristiwa tersebut. Namun belum memberi penjelasan lebih rinci karena masih proses lidik. "Iya betul, ini masih olah TKP," ujar Sudarsono.