Pelaku Klithih di Jalan Kabupaten Masih Diburu

02 Februari 2020 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Jajaran satuan reserse kriminal kepolisian sektor Gamping (Polsek Gamping) terus memburu pelaku klithih yang melakukan aksi brutalnya di Jalan Kabupaten Dusun Bragasan, Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Sabtu (31/1/2020). Korban adalah seorang pengendara motor yang berprofesi sebagai ojek online. 

Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria Perdana, menjelaskan sampai saat ini jajarannya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang masih buron. "Masih belum ada perkembangan mengarah ke pelakunya, untuk pelaku masih dalam lidik," ujar Tito, Minggu (2/2/2020).

Aksi kejahatan jalanan itu terjadi saat korban sedang mengantarkan penumpangnya. "Sudah dikroscek dengan penumpang korban, ternyata korban masih satu motor dengannya saat terjadinya aksi klithih," terangnya.

Sampai saat ini, korban masih terbaring di rumah sakit guna mendapatkan perawatan. Polisi juga belum bisa mendapatkan keterangan dari korban. Pasalnya, korban rencananya pada Senin [3/2/2020] depan baru akan menjalani proses operasi. "Korban belum bisa diperiksa karena besok Senin baru mau menjalani operasi," terangnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat korban yang bekerja sebagai ojek online mengantarkan penumpangnya dan melintasi Jalan Kabupaten.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban berpapasan dengan sepeda motor pelaku yang tidak diketahui jenis dan nomor polisi (nopol). "Pelaku lantas mengayunkan sejenis senjata tajam dan mengenai bagian muka korban sehingga mengalami luka robek pada mulut," terangnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan jalanan (klithih) terjadi dan menimpa seorang pengendara ojek online. Kejadian nahas tersebut menimpa Enriko Christanto, 40, warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Kapolsek Gamping Kompol Sudaryo membenarkan aksi kekerasan jalanan yang menimpa ojek online sehingga harus terbaring di rumah sakit. Polisi, lanjut Sudaryo, masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku klithih.

"Korban [ojek online] sedang dalam perjalanan mengantarkan penumpang, namun penumpangnya aman tidak kena sasaran," tutupnya Sudaryo.