Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pembentukan kelompok kerja (pokja) terkait dengan penanganan klithih masih menunggu Pergub Ketahanan Keluarga. Rencananya tim akan mempresentasikan penanganan klithih pada bulan.
Menurut Sultan, penanganan klithih yang akhir-akhir ini kembali terjadi tetap bertumpu pada keluarga. Oleh sebab itu harus dibangun keluarga tangguh, salah satu konkretnya dengan memaksimalkan dialog dengan keluarga pelaku.
Sementara penanganan hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. "Itu aspek pelanggaran hukum kan di polisi. Kami hanya [berupaya] bagaimana membangun keluarga tangguh dalam arti bagaimana ketika punya persoalan harus bisa berdialog dengan keluarga, apa yang mungkin bisa kami bantu," katanya saat ditemui di Lapangan Kenari, Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/2/2020).
Sultan mengatakan saat ini tim masih berupaya membuat formulasi regulasi yang dimungkinkan melalui Pergub. Tim dijadwalkan melakukan presentasi pada Februari ini, dari presentasi dan penerbitan Pergub itu nanti akan memunculkan pokja penanganan klithih.
Sultan mengatakan meski penanganan melalui ketahanan keluarga, namun bukan berarti pemerintah melakukan intervensi terhadap keluarga. Akan tetapi lebih pada upaya membantu menuntaskan persoalan yang dialami keluarga. Karena berdasarkan data, pelaku klithih lebih banyak disebabkan kurangnya perhatian lalu ikut terjerumus pada kegiatan temannya atau sekedar ikut-ikutan. Pendekatan keluarga, kata Sultan, dinilai penting karena pendekatan hukum selama ini tak menyelesaikan masalah.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan aturan yang sedang disusun tersebut secara terminologi bukan Pergub Klithih melainkan Pergub Ketahanan Keluarga. Arahnya agar pendidikan keluarga bisa berjalan dan mekanisme hubungan antara keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. "Ini di bawah koordinasi Asisten III [Setda DIY] bersama Dinas DP3AP2 [Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Pengendalian Penduduk] DIY, sekarang sedang menyusun pergub itu, dulu sudah pernah paparan di Pak Gubernur, nanti draf itu dipaparkan lagi," ujarnya.
Aji mengatakan pembentukan pokja jtu nantinya secara resmi menggunakan SK Gubernur DIY. Sedangkan mekanisme kerjanya ditetapkan melalui Pergub. "Jadi pokjanya itu dengan SK Gubernur, mekanisme apa saja yang akan dilakukan [pokja] itu melalui Pergub," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.