Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi./Twitter-BPPTKG DIY
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan deras di puncak gunung Merapi berdampak pada banjir lahan hujan dengan intensitas kecil di Kali Gendol, Cangkringan, Kamis (6/2/2020). Ini merupakan banjir lahan hujan ketiga yang terjadi tahun ini.
Berdasarkan Data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, terjadi penambahan volume air di Kali Gendol sekitar pukul 15.20 WIB. Penambahan volume air di Kali Gendol terjadi setelah hujan mengguyur puncak Merapi Sejak pukul 14.00 WIB dengan intensitas sedang. BBPTKG mencatat volume curah hujan terjadi 30 mm per hari.
Heri Suprapto, warga Kepuharjo, Cangkringan membenarkan adanya banjir lahar hujan pada sore tersebut. Banjir kabar hujan terjadi sekitar pukul 15.00. Sebelum banjir datang, katanya, aktivitas penambangan di Kali Gendol sudah dihentikan oleh petugas pemantau.
Alhasil, banjir lahar hujan yang membawa material erupsi Merapi tidak berdampak pada kerusakan di sekitar. Dia mengaku tidak ada truk-truk penambang pasir yang terjebak atau mengalami kerusakan.
"Ada warga yang menjadi petugas pemantau. Mereka menjaga di bagian atas dan menginformasikan jika terjadi potensi banjir lahar. Para penambang mematuhi perintah petugas pemantau agar segera meninggalkan lokasi penambangan," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis kemarin.
Heri mengatakan, banjir lahar hujan di Kali Gendol yang terjadi pada Kamis sore merupakan banjir lahar ketiga kalinya. Sebelumnya, banjir kabar hujan juga terjadi pada Senin (3/2/2020) dengan intensitas kecil. Banjir lahar hujan pertama kali terjadi pada Rabu (1/1/2020), awal Januari lalu. Selama tiga kali banjir material yang dibawa kemudian terendap di sepanjang Kali Gendol.
"Ya ada penambahan material, tapi tidak terjadi pendangkalan di Kali Gendol," kata mantan Kepala Desa Kepuharjo ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan banjir lahar hujan di aliran kali Gendol teramati di wilayah Kaliadem Kepuharjo Cangkringan. "Tidak ada kerusakan. Aliran banjir lahar hujan berhenti di Seni Dam Jambi, Kali Gendol. Banjir lahar terjadi antara pukul 15.00 hingga 15.30 WIB," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.