Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN- Hari ini, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY menerima hasil validasi data tanah terkait proyek tol Jogja-Solo, setelah melakukan sosialisasi. Hal itu merupakan validasi akhir sebelum melaksanakan konsultasi publik pada Maret mendatang.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan rapat koordinasi (Rakor) seluruh tim validasi data tanah di masing-masing desa yang terdampak pembangunan jalan tol itu bertujuan untuk memperkecil risiko yang akan muncul dari proyek tersebut. Terutama masalah pengadaan lahan.
Konsolidasi akhir tersebut akan melibatkan seluruh desa dan kecamatan terdampak, yang sudah selesai mendapatkan sosialisasi. Termasuk yang baru saja mendapatkan sosialisasi seperti Desa Condongcatur dan juga Maguwoharjo. Kedua desa tersebut merupakan sampel validasi data tanah untuk wilayah perkotaan.
"Validasi akhir ini juga akan mengalkulasikan dampak pembangunan tol agar dapat diminimalisasi dan diperkecil sekaligus mencari antisipasi dan solusi yang tepat," katanya saat ditemui di Pasar Ikan Koi Jogja, Dawukan, Sendangtirto, Berbah, Selasa (11/2/2020).
Pihaknya akan melanjutkan sosialisasi pengadaan jalan tol pada pekan depan. Dimulai dari Desa Caturtunggal Kecamatan Depok (49 bidang), Sariharjo (9 bidang), Sinduadi (108 bidang), Sendangadi (48 bidang) Kecamatan Ngaglik dan Trihanggo Kecamatan Gamping (64 bidang).
"Sosialisasi di Caturtunggal akan dilaksanakan setelah 17 Februari. Setelah selesai (trase Jogja-Solo) sosialisasi untuk trase berikutnya (Jogja-Bawen) akan dilakukan. Tentu saja butuh persiapan yang lebih matang," katanya.
Krido memastikan gambar desain tol untuk trase Jogja-Solo sudah final sehingga secara prinsip tim sudah memungkinkan untuk menyelenggarakan konsultasi publik. Desain tol yang dimaksud juga termasuk di sepanjang ring road dan persimpangan Monjali.
Di persimpangan ini, desain jalan tol dibuat at grade. Nantinya arus dari utara ke selatan dibuatkan penggal atau tempat arus lalu lintas berputar begitu juga arus dari selatan. Kondisi ini akan menambah luas lahan yang akan dibebaskan dari rencana sebelumnya.
"Fungsi perempatan monjali tidak terganggu, fungsi fly over Jombor tidak terganggu. Hanya saja saat pembangunan perlu ada rekayasa dan manajemen lalu lintas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.