Mahasiswinya Kaburkan Wajah di Foto, UGM Bantah Terkait Radikalisme

Foto Pengurus Lembaga Dakwah UGM Perempuan Diblur (ist)
11 Februari 2020 19:47 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Otoritas UGM membantah viral foto mahasiswi kampus tersebut yang mengaburkan wajahnya terkait dengan indikasi radikalisme.

Sebuah pamflet bertuliskan Jamaah Muslim Geografi (JMG) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak ramai diperbincangkan di media sosial Twitter pada 8 Januari 2020. Pasalnya, pada pamflet tersebut foto perempuan gambarnya dibuat tidak jelas atau diblur. Mereka merupakan pengurus JMG UGM periode 1441-1442 Hijriyah.

Poster itu diunggah di akun twitter milik JGM UGM dengan nama @JMG_UGM pada 7 Januari 2020. Kejadian seperti itu bukanlah yang pertama, karena sebelumnya pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga mengaburkan foto pengurus perempuannya dan ramai dibicarakan di media sosial.

Oleh karena itu, UGM akan menelusuri pamflet tersebut. Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran ke mahasiswa terkait dengan hal itu. Ia sudah berkoordinasi dengan direktorat kemahasiswaan guna membahas pamflet tersebut.

"Kami juga akan konfirmasi hal itu dengan mahasiswanya langsung," jelasnya, Selasa (11/2//2020).

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Kemahasiswaan UGM, Suharyadi menyebutkan, JMG UGM merupakan unit kemahasiswaan di tingkat Fakultas Geografi. Menurut dia, ketika Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menyangkut pamflet itu bersifat resmi maka tidak diizinkan untuk dikaburkan gambarnya.

"Jika sifatnya formal tidak boleh ada yang dikaburkan wajahnya," katanya.

Suharyadi menegaskan pengaburan wajah perempuan dalam paflet itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan radikalisme. "Mereka enggak ada keinginan seperti itu," ujarnya.

Ia mengatakan pamflet susunan kepengurusan JMG UGM sudah sesuai dengan Dekan Fakultas Geografi.