Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda DIY pada Jumat (14/2/2020) sore diduga dikarenakan adanya belokan angin yang tajam di Pulau Jawa.
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah DIY, Jumat (14/2/2020) sore ini. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang menutup akses lalu lintas.
Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DIY sampai saat ini masih melakukan update kejadian bencana. Hingga sore ini tercatat di Kota Yogyakarta ada 13 titik terdampak. Data kerusakan terjadi pada empat rumah sakit, gedung pemerintahan, satu mobil dan satu motor. Kemudian ada enam pohon tumbang yang sebagian merusak jaringan listrik dan menutup akses jalan.
Sementara di Sleman ada 18 titik pohon tumbang, satu orang warga luka. Di Bantul ada dua titik angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan dua rumah rusak.
Pohon berukuran besar yang sempat merusak jaringan listrik berada di Jalan Magelang Km 4,5 atau di sekitar RM Mbok Berek. Jalan sempat ditutup untuk evakuasi pohon. Beruntung saat kejadian kondisi lalu lintas lengang sehingga tidak ada korban.
"Data sementara itu, data masih akan diupdate," kata Manager Pusdalops BPBD DIY Dang Syamsurizal.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reni Kraningtyas mengatakan, hujan yang terjadi Jumat (14/2/2020) masuk kategori lebat. Kondisi ini diperkirakan masih akan mengguyur DIY dua hari ke depan.
"Prakiraan kami dalam dua hari ke depan, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di DIY," kata Reni Kraningtyas, dalam siaran persnya, Jumat (14/2/2020).
Dari pengamatan satelit, hujan deras disertai angin kencang dan petir ini diakibatkan adanya konvergensi atau belokan angin yang tajam di Jawa Tengah (Jateng), DIY dan Jawa Timur (Jatim) bagian barat. Hal ini menjadikan penumpukkan massa udara lembab dan terbentuk cluster awan cumulonimbus dengan area yang luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Beyoncé merilis Morning Dew setelah dua tahun vakum. Lagu tersebut memicu spekulasi soal album Act III yang dinanti penggemar di seluruh dunia.
Warga Bambanglipuro Bantul mengeluhkan air sumur berbusa diduga akibat limbah dapur MBG. Kalurahan Mulyodadi menyiapkan mediasi untuk mencari solusi.
Jadwal MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring lengkap dengan klasemen terbaru. Jorge Martin memimpin, tetapi hanya unggul tujuh poin dari Marco Bezzecchi.
Kimi Antonelli gagal meraih poin di GP Inggris 2026 setelah masalah teknis dan penalti menghancurkan peluangnya merebut kemenangan di Silverstone.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.