3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda DIY pada Jumat (14/2/2020) sore diduga dikarenakan adanya belokan angin yang tajam di Pulau Jawa.
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah DIY, Jumat (14/2/2020) sore ini. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang menutup akses lalu lintas.
Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DIY sampai saat ini masih melakukan update kejadian bencana. Hingga sore ini tercatat di Kota Yogyakarta ada 13 titik terdampak. Data kerusakan terjadi pada empat rumah sakit, gedung pemerintahan, satu mobil dan satu motor. Kemudian ada enam pohon tumbang yang sebagian merusak jaringan listrik dan menutup akses jalan.
Sementara di Sleman ada 18 titik pohon tumbang, satu orang warga luka. Di Bantul ada dua titik angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan dua rumah rusak.
Pohon berukuran besar yang sempat merusak jaringan listrik berada di Jalan Magelang Km 4,5 atau di sekitar RM Mbok Berek. Jalan sempat ditutup untuk evakuasi pohon. Beruntung saat kejadian kondisi lalu lintas lengang sehingga tidak ada korban.
"Data sementara itu, data masih akan diupdate," kata Manager Pusdalops BPBD DIY Dang Syamsurizal.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reni Kraningtyas mengatakan, hujan yang terjadi Jumat (14/2/2020) masuk kategori lebat. Kondisi ini diperkirakan masih akan mengguyur DIY dua hari ke depan.
"Prakiraan kami dalam dua hari ke depan, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di DIY," kata Reni Kraningtyas, dalam siaran persnya, Jumat (14/2/2020).
Dari pengamatan satelit, hujan deras disertai angin kencang dan petir ini diakibatkan adanya konvergensi atau belokan angin yang tajam di Jawa Tengah (Jateng), DIY dan Jawa Timur (Jatim) bagian barat. Hal ini menjadikan penumpukkan massa udara lembab dan terbentuk cluster awan cumulonimbus dengan area yang luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.