Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Personil gabungan saat membersihkan fasilitas umum di Stasiun Wates, Kulonprogo, Minggu (15/3/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Personil gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo membersihkan tempat umum sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kulonprogo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (15/3/2020) itu menyasar kawasan Stasiun Wates, Terminal Wates, dan sejumlah rumah ibadah.
Personil gabungan ini dibagi menjadi beberapa tim untuk kemudian disebar di tempat-tempat tersebut. Berbekal kain lap berserta cairan pembersih, mereka melakukan pembersihan di beberapa fasilitas umum yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Seperti halnya di Stasiun Wates. Personil gabungan tersebut membersihkan area pintu masuk, ruang tunggu penumpang, loket tiket hingga mushala. "Yang pasti kita menyasar titik-titik yang disinyalir paling banyak disentuh orang," ujar Ketua TIM 1 Bakti Sosial Antisipasi Corona, AKP Heru Meiyanto, di sela-sela kerja bakti di Stasiun Wates, Minggu (15/3/2020) pagi.
Di samping pembersihan, personil gabungan dari Unsur Kesehatan Polres Kulonprogo juga menggelar sosialisasi tentang budaya hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran virus Corona. Sosialisasi ini menyasar para penumpang yang tengah menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Wates.
Staff Urkes Polres Kulonprogo, Juliana Saragih menerangkan sosialisasi ini berisi materi tentang membiasakan diri mencuci tangan sesuai anjuran instusi kesehatan maupun WHO, yang meliputi enam langkah cuci tangan serta membudidayakan hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan rutin berolahraga.
Para penumpang juga diimbau untuk tidak mengenakan masker jika dalam kondisi sehat. "Kalaupun menggunakan masker anjuran kami jika memang sakit atau sedang berada di wilayah yang riskan penyebaran virus," jelasnya.
Kepala Stasiun Wates, Aris Sukendar, mengucapkan terimakasih atas adanya kegiatan ini. Adapun untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, pihaknya telah menyediakan handsanitazier di sejumlah titik dan masker yang dibagikan cuma-cuma kepada penumpang.
Pihak stasiun juga akan segera menyediakan termogun guna memeriksa suhu tubuh calon penumpang. Apabila suhu tubuh penumpang mencapai 38 derajat Celcius, maka harus mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari unit kesehatan setempat jika hendak menggunakan fasilitas transportasi kereta.
"Jika tidak ada rekomendasi, makanakan kami minta untuk me-cancel perjalanan, nanti tiket yang sudah dicancel bisa diurus di stasiun ini," ucapnya.
Salah satu penumpang, Maria Retno Hardiani, 46, mengapresiasi kegiatan pembersihan Stasiun Wates. Namun demikian ia berharap pihak stasiun bisa segera menyediakan alat ukur suhu tubuh guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. "Soalnya di Jakarta sudah menerapkan itu, buat antisipasi Corona," ujar penumpang nyang hendak bertolak ke Jakarta ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.