180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman kembali menerbitkan instruksi terkait dengan peningkatan kewaspadaan dan penanganan terhadap risiko penularan virus Covid-19. Diharapkan instruksi tersebut dijalankan dengan baik oleh seluruh komponen masyarakat.
Instruksi Bupati Sleman yang tertuang dalam surat bernomor 443/0021 tersebut berisi delapan poin penting yang diperuntukkan bagi seluruh kepala perangkat daerah, Kepala BUMD, kepala desa, seluruh perangkat dan instansi pemerintahan baik negeri maupun swasta serta masyarakat Sleman.
Beberapa poin itu di antaranya berisi agar seluruh kepala perangkat daerah, BUMD, kepala instansi pemerintah dan swasta bisa menyediakan fasilitas cuci tangan dengan air yang mengalir. Mereka juga diperintahkan oleh Bupati untuk memastikan fasilitas layanan di lingkungan masing-masing bersih dan higienis. "Tunda dan batasi perjalanan ke luar daerah serta lakukan koordinasi antarunit untuk mencegah penyebaran virus Covid-19," kata Sri Purnomo, Rabu (18/3/2020)
Bupati juga meminta agar seluruh kepala perangkat daerah, BUMD, kepala instansi pemerintah dan swasta melakukan pemetaan kelompok yang potensial terinfeksi Covid-19. Memfasilitasi kegiatan sosialisasi terkait dengan antisipasi penyebaran dan pengendalian virus tersebut.
"Tunda kegiatan yang mendatangkan banyak orang kecuali sangat penting, dengan syarat, harus disediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir," katanya.
Poin lainnya, berisi tentang kewajiban para camat dan kepala desa untuk mendukung segala upaya pencegahan dan pengendalian virus Covid-19. Para camat dan kades juga diminta untuk meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat. "Para camat dan kades juga diminta untuk menjaga suasana yang kondusif di wilayahnya masing-masing," katanya.
Khusus Dinas Kesehatan, Bupati memerintahkan agar elaksanakan kebijakan terkait dengan pengendalian virus Corona. Dinkes diminta memantau dan mengevaluasi kesiapan sektor kesehatan untuk menanggulangi virus tersebut.
Dinkes juga harus melakukan penyelidikan terhadap epidemiologi jika terjadi kasus. "Dinkes harus berkoordinasi dan mengoptimalkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, serta menyelenggarakan jaringan komunikasi 24 jam melalui pusat informasi 087819993434 / 082139397473 dan emergency call (0274) 8689000," katanya.
Adapun BPBD Sleman, ditugasi menyusun rencana operasi bencana non alam baik langkah pencegahan dan juga penanggulangan. Dalam hal ini BPBD diminta menggandeng Dinkes, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. "Untuk seluruh rumah sakit, kami minta menyediakan alat pelindung diri [APD] dan mencatat setiap kasus sesuai alur yang sudah digariskan," katanya.
Bupati juga meminta agar masyarakat tetap tenang, waspada dan tidak panik. Masyarakat diminta untuk meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih, membatasi untuk ke luar rumah jika tidak penting atau berkumpul dengan banyak orang. Bupati juga mengingatkan agar masyarakat secara disiplin melakukan perlindungan diri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
"Kalau sakit batuk, flu, demam dan sesak nafas, gunakan masker dan segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," katanya. (Abdul Hamid Razak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare di Makkah untuk mengembangkan Kompleks Bait Jemaah dan memperkuat layanan haji serta umrah.
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Mentan Amran soal dugaan mafia pangan, termasuk empat laporan polisi dan pelanggaran tata niaga.
Menkeu Suahasil Nazara memperkirakan belanja APBN kuartal IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun untuk mendorong ekonomi dan menjaga layanan publik.
Pemda DIY menyiapkan materi budaya Jawa untuk radio dan televisi di Suriname guna menjaga tradisi leluhur dan menarik minat generasi muda.