Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Warga sedang antre mengurus dokumen kependudukan di Kantor Disdukcapil Sleman, Rabu (18/3/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Imbauan agar warga Sleman menjaga jarak sosial (social distancing) dan membersihkan tangan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 masih belum semua mengindahkan. Di sejumlah kantor pelayanan publik, masih ada warga yang tidak menggunakan fasilitas cuci tangan dan juga hand sanitizer saat masuk ke ruangan.
Dalam pengamatan Harianjogja.com, Rabu (18/3/2020) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman, sebagian warga yang datang langsung masuk ke ruangan bagian dalam. Warga yang datang lebih banyak memperhatikan pintu masuk dibandingkan hand sanitizer yang ada di sebelahnya.
Padahal di sekitar parkiran, Dinas juga menyediakan fasilitas mencuci tangan di lengkapi dengan sabun. Sayangnya fasilitas yang disediakan itu tidak semua dimanfaatkan oleh warga. "Saya sudah pakai antiseptik dari rumah. Insyaallah aman," kata Swarsono, warga Trihanggo, Gamping, Rabu.
Ketika di ruang tunggu pun, warga dengan leluasa juga duduk satu sama lain tanpa jarak. Tempat duduk yang disediakan di ruangan tersebut juga penuh dengan antrian warga. Kondisi yang sama juga terlihat di Gedung BKAD Sleman. Bedanya, di Kantor ini ada petugas pengamanan yang mengarahkan agar warga yang hendak mengurus PBB untuk menggunakan fasilitas hand sanitizer terlebih dulu.
"Ya kami arahkan untuk menggunakan hand sanitizer lebih dulu sebelum mengambil nomor antrian," kata salah seorang petugas keamanan BKAD Sleman.
Di pusat layanan masyarakat, Mall Pelayanan Publik (MPP) Sleman warga yang mengurus segala perizinan juga diarahkan untuk menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ruangan. Hanya saja beberapa warga terlihat langsung memasuki ruangan tanpa menggunakan fasilitas tersebut.
Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan penyediaan fasilitas hand sanitizer tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. "Tidak hanya di terminal, pasar-pasar dan fasilitas umum lainnya juga akan disediakan," katanya.
Bupati juga meminta agar masyarakat tetap tenang, waspada dan tidak panik. Masyarakat diminta untuk meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih, membatasi untuk ke luar rumah jika tidak penting atau berkumpul dengan banyak orang. Bupati juga mengingatkan agar masyarakat secara disiplin melakukan perlindungan diri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. "Kalau didera batuk, flu, demam dan sesak nafas, gunakan masker dan segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.