Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mendorong budi daya ikan hias. Imbauan dilakukan karena dari sisi ekonomi memiliki prospek bisnis yang lebih baik ketimbang budi daya ikan konsumsi.
Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian, mengatakan jajarannya berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budi daya ikan. Meski demikian, harus ada perubahan dalam pola budi daya yang selama ini berfokus pada ikan konsumsi, karena ada budi daya lain yang memiliki prospek bisnis lebih baik.
“Kami tidak mengesampingkan budi daya ikan konsumsi, tetapi untuk meningkatkan perekonomian, warga bisa mencoba budi daya ikan hias,” katanya kepada wartawan, Sabtu (29/3/2020).
Menurut dia, budi daya ikan hias memiliki beberapa keunggulan. Dari sisi lokasi, budi daya tidak membutuhkan lahan yang luas seperti budi daya lele, nila atau ikan konsumsi lainnya. Dari nilai jual, ikan hias harganya lebih mahal. Sebagai contoh untuk ikan guppy harganya bisa mencapai Rp50.000 per ekor. “Bandingkan dengan lele yang harganya berkisar Rp20.000 per kilogram. Keuntungan lainnya lebih irit pakan sehingga modal yang dikeluarkan bisa ditekan,” katanya.
Disinggung mengenai lokasi budi daya, Krisna mengaku sudah ada beberapa lokasi seperti di Karangmojo dan Gedangsari. Meski demikian, saat ini budi daya masih bersifat perseorangan dan belum membuat kelompok untuk memperkuat usaha. “Masih usaha mandiri. Kami mulai mengumpulkan pembudi daya agar membentuk komunitas sehingga usaha bisa dikembangkan lebih baik lagi,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa ikan hias yang bisa dikembangkan seperti koi, guppy, cupang hingga ikan koki. “Kami terus mendorong karena usaha yang ada saat ini sudah mampu menembus pasar ekspor. Olek karena itu, kami imbau agar masyarakat bisa membudidayakan ikan hias karena memiliki prospek bisnis yang bagus,” katanya.
Kepala Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Suparna, mengakui budi daya ikan hias memiliki prospek bisnis yang baik. Dia sudah pernah melihat dan belajar usaha budi daya ikan hias di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. “Kami akan mencoba mengembangkan dan mudah-mudahan bisa berhasil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.