Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN--Asrama Haji Yogyakarta siap menampung orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Akan tetapi hingga kini belum ada permintaan resmi ODP yang akan dikarantina.
Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag DIY, Sigit Warsito menjelaskan gedung karantina yang disiapkan untuk tahap pertama adalah Gedung Musdalifah. Di gedung ini terdapat 32 kamar yang disiapkan bagi ODP maupun pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan sembuh tetapi belum kembali ke rumahnya. "Dari 32 kamar yang kami siapkan, 26 kamar standar dengan dua bed dan enam kamar VIP yang bisa digunakan untuk satu bed," kata dia, Senin (6/4/2020).
Jika kamar karantina di gedung Musdalifah sudah penuh, kata dia, Kemenag sudah menyiapkan gedung Madinah dan Mekkah untuk lokasi karantina. Secara keseluruhan, asrama haji memiliki 268 kamar.
Selain untuk ODP dan PDP yang sudah dinyatakan sembuh, direncanakan juga asrama haji digunakan untuk penginapan paramedis yang juga tidak bisa pulang ke rumah.
Kemenag DIY hanya menyediakan tempat dan sesuai arahan Tim Gugus Tugas Covid-19 Sleman. Setiap kamar maupun ruang isolasi dibersihkan dari benda-benda yang dimungkinkan bisa menjadi tempat virus. “Misalnya, korden di kamar harus dilepas. Meskipun ada pendingin udara [AC], tetapi itu tidak akan digunakan. Kami hanya menyediakan lokasi katantina dan petugas. Ada enam security dan dua cleaning service. Nanti jumlahnya bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Adapun untuk logistik para ODP maupun PDP yang dikarantina, kata Sigit akan dipenuhi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sleman. Bahkan kemungkinan juga akan dibangun dapur umum oleh Tagana Sleman, termasuk keberadaan posko kesehatan. "Semua Insyaallah sudah disediakan oleh pemerintah, termasuk kebutuhan pribadi seperti pembalut wanita dan lainnya," kata Sigit.
Sebelumnya, Pemkab Sleman akan menggunakan Asrama Haji Jogja sebagai pusat karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Covid-19. Penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan keberadaan pusat karantina tersebut disediakan untuk menampung warga yang sudah berstatus ODP. Khususnya dari kalangan tidak mampu, agar mereka bisa menjalankan masa karantina selama 14 hari dengan baik.
"Yang masuk ke sana juga tidak asal. Harus ada rekomendasi secara hirarkis yang disampaikan dari desa hingga kecamatan. Ini sebagai check and balances bahwa mereka berasal dari kalangan tidak mampu," kata Hardo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Penjualan mobil China turun 10 bulan berturut-turut, anjlok 21,1% di Juli 2026. Ekspor justru melonjak 88%. Ini penyebab dan dampaknya.
Xiaomi menyiapkan Soft Light Glass di HyperOS 4 dengan tampilan transparan mirip iOS 26. Cek daftar HP dan tablet yang kebagian.
Espanyol vs Real Madrid pada pekan kedua La Liga 2026/2027 digelar Minggu dini hari. Simak prediksi skor dan susunan pemain.
Di tengah ratusan tenant yang memadati lokasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkesempatan mengunjungi stand Bank Jateng.
George Russell raih pole position Sprint F1 GP Belanda 2026 di Zandvoort. Unggul 0,041 detik atas Norris. Verstappen di posisi 6