Jumlah Pasien Covid-19 Bantul Meninggal Dunia Bertambah Jadi 2 Orang, Ini Dia Datanya

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
06 April 2020 13:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pasien terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 dari Bantul kembali meninggal dunia. Kali ini yang meninggal dunia adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Pemda DIY yang bertugas di salah satu rumah sakit di Bantul.

“Hari ini ada laporan dari RS PKU Muhammadiyah Bantul bahwa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Pasien atas nama Th, 53, laki-laki,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Senin (5/4/2020).

Th meninggal di RS PKU Muhammadiyah Bantul, sekitar pukul 06.00 WIB.  Sebelum dirawat di PKU Bantul, Th sudah menjalani perawatan di RS Khusus Paru-Paru Respira sejak 20 Maret lalu, kemudian baru dirujuk ke PKU Muhammadiyah Bantul pada 29 Maret.

Saat itu Sri Wahyu mengatakan meski RS Respira bukan rumah sakit rujukan pasien Covid-19, namun rumah sakit di bawah kewenangan Dinas Kesehatan DIY tersebut mampu merawatnya sehingga tidak dirujuk. Pasalnya, kata Sri Wahyu, kala itu, fasilitas dan sumber daya manusia RS Respira memenuhi standar pelayanan untuk merawat pasien Covid-19.

Hanya secara administrasi, pembiayaan semua pengobatan pasien itu tidak akan ditanggung pemerintah karena tidak dirawat di rumah sakit rujukan yang sudah ditunjuk pemerintah.

Menurut Sri Wahyu, selain meninggal karena Covid, Th juga memiliki riwayat penyakit penyerta, “Penyakit komorbid atau penyakit kronia penyerta adalah diabetes mellitus,” ujar Sri Wahyu.

Dengan begitu, hingga kini jumlah pasien positif  Covid-19 di Bantul yang meninggal dunia bertambah menjadi dua orang. Sehari sebelumnya, pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Kasihan Bantul yang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih juga meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020) pagi. Pasien atas nama AH, 71, tersebut meninggal dunia, sekitar pukul 04.00 WIB.

Sri Wahyu mengatakan penyebab meninggalnya pasien AH selain terinveksi virus Corona juga sudah mempunyai penyakit kronis yang berat, yakni gagal ginjal dan lekeumia. Sementara riwayat penularan pasien tersebut setelah pasien pulang dari Singapura dalam rangka berobat penyakit kronisnya.