Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Pedagang sayuran keliling menata dagangannya pada (3/4/2020) di Dukuh Terbah, Desa Pengasih, Kapanewon Pengasih. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO - Transaksi jual beli Pasar Wates dan Pasar Sentolo memang telah bisa dilakukan via aplikasi pesan singkat daring WhatsApp (WA). Namun, sistem yang belum mampu menyentuh seluruh masyarakat ini tertolong oleh jangkauan lebih luas pedagang sayur keliling.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Iffah Mufidati mengatakan pedagang sayur keliling dirasa lebih efektif menjangkau pembeli di wilayah pelosok. Iffah menganggap cara ini lebih efektif, karena pedagang sayur keliling akan kulak di pasar tradisional dan menjualnya di desa-desa.
"Kalau via daring memang bisa pesan langsung ke pedagang yang bersangkutan, tapi kalau jaraknya jauh nanti ongkos kirimnya bisa terlalu mahal," ujar Iffah dihubungi pada (5/4/2020).
Iffah menyoroti kultur yang telah terbangun di masyarakat sudah terjalin baik. Masyarakat bahkan bisa langsung menghubungi pedagang melalui pesan singkat kepada pedagang sayur keliling untuk bahan pokok yang akan digunakan keesokan harinya. Bagi warga yang tidak memiliki ponsel pun tidak kesulitan dengan cara ini.
"Ini kearifan lokal yang sudah terbentuk, salah satu kendala pasar daring adalah teknologi dan pengiriman barang sementara melalui pedagang sayur keliling keduanya dapat teratasi," jelas Iffah.
Keadaan pandemi Coroni Virus Disease 2019 (Covid - 19) memang berdampak bagi pedagang sayur keliling. Salah satu pedagang sayur keliling yang beroperasi di area Dukuh Terbah, Sutini mengatakan semenjak adanya pandemi ini penjualan sayurannya laris.
Bila biasanya dia hanya melayani sekitar 20 pembeli dalam sekali keliling, kini jumlahnya meningkat. Sutini mengaku semenjak beberapa hari terakhir bahkan dia bisa melayani hingga 40 pembeli tiap harinya. "Ada orang yang dulu gak pernah belanja ke saya, sekarang jadi belanja ke saya," ucapnya.
Sutini mengatakan beberapa pembeli juga terkadang memesan sayuran via pesan singkat maupun WA. Meski diakui Sutini dari puluhan pembeli tadi, jumlah pemesan via pesan singkat tak lebih dari lima. Kebanyakan masih membeli apa yang dibawa Sutini saat keliling. Sutini menduga bermunculannya pelanggan baru disebabkan banyak orang yang meminimalisir keluar dari rumah.
"Mungkin biasanya belanjanya di pasar, tapi dari pada keluar mungkin sekarang di rumah saja belinya saat ada pedagang keliling," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Penjualan mobil China turun 10 bulan berturut-turut, anjlok 21,1% di Juli 2026. Ekspor justru melonjak 88%. Ini penyebab dan dampaknya.
Xiaomi menyiapkan Soft Light Glass di HyperOS 4 dengan tampilan transparan mirip iOS 26. Cek daftar HP dan tablet yang kebagian.
Espanyol vs Real Madrid pada pekan kedua La Liga 2026/2027 digelar Minggu dini hari. Simak prediksi skor dan susunan pemain.
Di tengah ratusan tenant yang memadati lokasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkesempatan mengunjungi stand Bank Jateng.
George Russell raih pole position Sprint F1 GP Belanda 2026 di Zandvoort. Unggul 0,041 detik atas Norris. Verstappen di posisi 6