Pedagang Sayur Keliling Jadi Pilihan Warga yang Tak Bisa Belanja Online

Pedagang sayuran keliling menata dagangannya pada (3/4/2020) di Dukuh Terbah, Desa Pengasih, Kapanewon Pengasih. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
06 April 2020 12:37 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Transaksi jual beli Pasar Wates dan Pasar Sentolo memang telah bisa dilakukan via aplikasi pesan singkat daring WhatsApp (WA). Namun, sistem yang belum mampu menyentuh seluruh masyarakat ini tertolong oleh jangkauan lebih luas pedagang sayur keliling.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Iffah Mufidati mengatakan pedagang sayur keliling dirasa lebih efektif menjangkau pembeli di wilayah pelosok. Iffah menganggap cara ini lebih efektif, karena pedagang sayur keliling akan kulak di pasar tradisional dan menjualnya di desa-desa.

"Kalau via daring memang bisa pesan langsung ke pedagang yang bersangkutan, tapi kalau jaraknya jauh nanti ongkos kirimnya bisa terlalu mahal," ujar Iffah dihubungi pada (5/4/2020).

Iffah menyoroti kultur yang telah terbangun di masyarakat sudah terjalin baik. Masyarakat bahkan bisa langsung menghubungi pedagang melalui pesan singkat kepada pedagang sayur keliling untuk bahan pokok yang akan digunakan keesokan harinya. Bagi warga yang tidak memiliki ponsel pun tidak kesulitan dengan cara ini.

"Ini kearifan lokal yang sudah terbentuk, salah satu kendala pasar daring adalah teknologi dan pengiriman barang sementara melalui pedagang sayur keliling keduanya dapat teratasi," jelas Iffah.

Keadaan pandemi Coroni Virus Disease 2019 (Covid - 19) memang berdampak bagi pedagang sayur keliling. Salah satu pedagang sayur keliling yang beroperasi di area Dukuh Terbah, Sutini mengatakan semenjak adanya pandemi ini penjualan sayurannya laris.

Bila biasanya dia hanya melayani sekitar 20 pembeli dalam sekali keliling, kini jumlahnya meningkat. Sutini mengaku semenjak beberapa hari terakhir bahkan dia bisa melayani hingga 40 pembeli tiap harinya. "Ada orang yang dulu gak pernah belanja ke saya, sekarang jadi belanja ke saya," ucapnya.

Sutini mengatakan beberapa pembeli juga terkadang memesan sayuran via pesan singkat maupun WA. Meski diakui Sutini dari puluhan pembeli tadi, jumlah pemesan via pesan singkat tak lebih dari lima. Kebanyakan masih membeli apa yang dibawa Sutini saat keliling. Sutini menduga bermunculannya pelanggan baru disebabkan banyak orang yang meminimalisir keluar dari rumah.

"Mungkin biasanya belanjanya di pasar, tapi dari pada keluar mungkin sekarang di rumah saja belinya saat ada pedagang keliling," ucapnya.