Bos Summarecon Diduga Beri Rp1,5 Miliar untuk Urus SHGB
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Pedagang sayuran keliling menata dagangannya pada (3/4/2020) di Dukuh Terbah, Desa Pengasih, Kapanewon Pengasih. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO - Transaksi jual beli Pasar Wates dan Pasar Sentolo memang telah bisa dilakukan via aplikasi pesan singkat daring WhatsApp (WA). Namun, sistem yang belum mampu menyentuh seluruh masyarakat ini tertolong oleh jangkauan lebih luas pedagang sayur keliling.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Iffah Mufidati mengatakan pedagang sayur keliling dirasa lebih efektif menjangkau pembeli di wilayah pelosok. Iffah menganggap cara ini lebih efektif, karena pedagang sayur keliling akan kulak di pasar tradisional dan menjualnya di desa-desa.
"Kalau via daring memang bisa pesan langsung ke pedagang yang bersangkutan, tapi kalau jaraknya jauh nanti ongkos kirimnya bisa terlalu mahal," ujar Iffah dihubungi pada (5/4/2020).
Iffah menyoroti kultur yang telah terbangun di masyarakat sudah terjalin baik. Masyarakat bahkan bisa langsung menghubungi pedagang melalui pesan singkat kepada pedagang sayur keliling untuk bahan pokok yang akan digunakan keesokan harinya. Bagi warga yang tidak memiliki ponsel pun tidak kesulitan dengan cara ini.
"Ini kearifan lokal yang sudah terbentuk, salah satu kendala pasar daring adalah teknologi dan pengiriman barang sementara melalui pedagang sayur keliling keduanya dapat teratasi," jelas Iffah.
Keadaan pandemi Coroni Virus Disease 2019 (Covid - 19) memang berdampak bagi pedagang sayur keliling. Salah satu pedagang sayur keliling yang beroperasi di area Dukuh Terbah, Sutini mengatakan semenjak adanya pandemi ini penjualan sayurannya laris.
Bila biasanya dia hanya melayani sekitar 20 pembeli dalam sekali keliling, kini jumlahnya meningkat. Sutini mengaku semenjak beberapa hari terakhir bahkan dia bisa melayani hingga 40 pembeli tiap harinya. "Ada orang yang dulu gak pernah belanja ke saya, sekarang jadi belanja ke saya," ucapnya.
Sutini mengatakan beberapa pembeli juga terkadang memesan sayuran via pesan singkat maupun WA. Meski diakui Sutini dari puluhan pembeli tadi, jumlah pemesan via pesan singkat tak lebih dari lima. Kebanyakan masih membeli apa yang dibawa Sutini saat keliling. Sutini menduga bermunculannya pelanggan baru disebabkan banyak orang yang meminimalisir keluar dari rumah.
"Mungkin biasanya belanjanya di pasar, tapi dari pada keluar mungkin sekarang di rumah saja belinya saat ada pedagang keliling," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Timnas Indonesia memulai FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura pada 25 September. Simak jadwal Grup A dan Grup B lengkap di sini.
Indonesia mengoleksi tujuh medali Asian Games 2026, terdiri atas satu perak dan enam perunggu, serta menempati posisi ke-12.
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Anggaran penataan Parangtritis dan Depok pada 2027 belum maksimal karena penerimaan bagi hasil retribusi baru dihitung sekitar enam bulan.
YAO disebut menduduki puncak tangga lagu Jepang lewat FOR OKINAWA. Simak pesan budaya Okinawa dan kolaborasi Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, serta Paledusk