Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Ilustrasi mencuci tangan. /REUTERS-Mariana Bazo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menilai kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan Covid-19 patut mendapat apresiasi. Pasalnya, masyarakat sangat peduli serta bahu membahu dalam pencegahan di wilayah masing-masing
Meski demikian, ia mengakui masyarakat harus tetap diberikan edukasi sehingga upaya pencegahan bisa dimaksimalkan dan tidak menimbulkan permasalahan baru. Menurut dia, selama pandemi jajarannya terus turun ke bawah dengan melihat kondisi pencegahan di sejumlah desa di Gunungkidul. “Responsnya bagus karena semua sudah mengantisipasi penyebaran Corona,” kata Ery, Selasa (7/4/2020).
Dia mencontohkan, di Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, masyarakat membuat jadwal bergiliran untuk menjaga pos pemantauan Covid-19. Selain itu, pelayanan di desa maupun kecamatan juga memperhatikan jarak sehingga menghindarkan adanya kerumunan. “Kesadaranya sudah baik. Buktinya sejumlah desa aktif mendata pemudik,” katanya.
Kesadaran yang baik dari masyarakat ini harus diikuti keaktifan dari Pemkab untuk terus melakukan sosialisasi agar upaya pencegahan dapat dimaksimalkan. Edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan kebiasaan pola hidup bersih sehat, makanan sehat bergizi hingga cuci tangan dengan sabun harus terus diberikan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman terkait dengan penyemprotan cairan disinfektan yang baik benar.
“Terkesan sepele tetapi perhatian dengan memberikan edukasi maka masyarakat bisa paham sehingga program pencegahan bisa berjalan dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan jajarannya berkomitmen untuk terus menyosialisasikan pencegahan Covid-19 ke masyarakat. Hal ini penting karena upaya pencegahan tidak akan maksimal tanpa ada peran dan partisipasi dari masyarakat.
Dewi menjelaskan salah satu hal yang diperhatikan yakni penggunaan cairan disinfektan. Menurut dia, penyemprotan tidak bisa dilakukan sembarangan karena bisa memberikan efek negatif salah satunya saat terkena tubuh. “Penyemprotan tidak boleh sembarangan karena kalau kena mata atau mulut malah bisa berbahaya. Selain itu takarannya juga harus sesuai dengan aturan,” katanya.
Untuk penggunaan masker, Dewi meminta masyarakat tidak ngotot mencari masker standar medis. Untuk perlindungan diri warga bisa menggunakan masker kain. “Masker kesehatan biar digunakan oleh tenaga medis yang membantu dalam penangan Corona, untuk masyarakat bisa menggunakan masker kain agar tidak ada kelangkaan untuk petugas medis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.