Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk membantu perekonomian warga terdampak Corona, Program Keluarga Harapan (PKH) bakal dicairkan setiap bulan hingga akhir tahun nanti. Untuk April ada 56.211 keluarga penerima manfaat dengan total bantuan yang dicairkan sebesar Rp38,4 miliar.
Koordinator PKH Gunungkidul, Herjun Pangariwibowo, mengatakan sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat ada perubahan termin pencairan PKH sebagai dampak dari penyebaran Corona.
Apabila di waktu normal dalam setahun bantuan dicairkan sebanyak empat kali, karena ada pandemi Corona dan adanya peraturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka pencairan diubah menjadi setiap bulan. Selain itu, nominal bantuan juga ditambah sebesar 25%. “Tujuan pencairan setiap bulan untuk mengurangi beban yang dikeluarkan oleh keluarga penerima manfaat,” kata Herjun, Selasa (21/4/2020).
Bantuan PKH mulai dicairkan pekan ini. Bantuan diberikan kepada 56.211 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul. Total bantuan yang dicairkan sebesar Rp38,4 miliar. “Untuk besarannya masing-masing keluarga tidak sama karena pencairan disesuaikan dengan ketentuan dalam penerimaan PKH. Untuk jumlah, paling sedikit ada yang menerima Rp75.000 per bulan dan paling banyak Rp866.000,” katanya.
Mengenai proses pencairan, Herjun mengakui masih sama yakni uang langsung ditransfer ke rekening penerima manfaat dan langsung bisa diambil melalui bank yang ditunjuk. “PKH bisa diambil melalui ATM di Bank Mandiri,” katanya.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan bantuan PKH hanya salah satu program yang digelontorkan Pemerintah Pusat. Selain program tersebut ada program bantuan sembako yang dulu dikenal dengan nama Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Untuk dampak penyebaran Corona, program perlindungan sosial yang diberikan ke masyarakat bertambah banyak. Dari Pusat ada tambahan bantuan langsung tunai, sedangkan pemerintah kabupaten dan provinsi menggodok pemberian bantuan berupa sembako yang diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19. “Khusus untuk bantuan dari provinsi dan kabupaten kami masih menyinkronkan data agar tidak ada duplikasi penerima bantuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.
Ledakan tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya.
Kemensos menguji coba Perlinsos digital hingga akhir 2026 untuk memutakhirkan data bansos dan menargetkan seluruh daerah mengaksesnya pada 2027.
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.