Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Ilustrasi air minum dalam kemasan/Womenshealthmag
Harianjogja.com, BANTUL—Meski telah menawarkan layanan karting tarif pembayaran rekening air, PDAM Tirta Projotamansari Bantul belum banyak menerima surat pengajuan permohonan keringanan tersebut.
Direktur PDAM Tirta Projotamansari Bantul Arinto Hendro Budiantoro mengatakan keringanan diberikan kepada pelanggan yang biaya penggunaan airnya melonjak selama dua bulan terakhir. Besaran keringanan yang diberikan adalah sebesar 10% hingga 30% dari total tagihan.
Hanya mekanisme pemberian keringanan tersebut, imbuh dia, diberikan berdasarkan surat permohonan keringanan yang diajukan oleh pelangggan. “Sejauh ini belum banyak surat [permohonan keringanan] yang kami terima. Sejauh ini baru ada 52 surat yang masuk,” ucap dia, Senin (27/4/2020).
Tak hanya itu, selama pandemi ini, perusahaannya juga memberikan dispensasi berupa penghapusan biaya keterlambatan sebesar Rp10.000 bagi setiap rekening. “Kalau tenggat waktu normal adalah antara 1-20 di bulan yang sama. Tetapi kondisi pandemi seperti ini, kami maklmumi [keterlambatan pembayaran],” kata dia.
Disinggung soal kebutuhan air selama pandemi, dia mengaku ada peningkatan yang cukup signifikan. “Februari lalu produksi air yang kami keluarkan 816.000 meter kubik. Bulan ini ada penambahan 12.000 meter kubik menjadi sekitar 828.000 meter kubik,” kata Arinto,
Dia menduga meningkatnya penggunaan air karena masyarakat lebih banyak di rumah. Kebutuhan air bersih tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk cuci tangan dan membersihkan lingkungan.
Meski ada peningkatan penggunaan air bersih, namun PDAM Projotamansari Bantul, kata Arinto masih mampu memenuhinya bahkan menambah produksi untuk pelanggan.
Kapsitas air yang diolah PDAM juga sejauh ini diakuinya masih mencukupi. Kapasitas air yang dimiliki PDAM dari 22 tempat pengolahan air bersih di 17 kecamatan sebanyak 400 liter per detik, dan yang dimanfaatkan oleh masyarakat baru sekitar 350 liter per detik. “Berarti masih ada lebih kurang 50 liter per detik kapasitas yang kami miliki,” ujar Arinto.
Selain itu, sejauh ini juga tidak ada persoalan pada jaringan suplai air bersih kepada pelanggan di Bantul sebanyak sekitar 34.000 pelanggan dan sebagian kecil wilayah luar Bantul di bagian perbatasan, karena ketersediaan air baku masih melimpah. Menurut Arinto, biasanya yang bermasalah adalah ketika terjadi kekeringan dan bencana banjir yang mempengaruhi kualitas air baku dan jaringan.
Sebelumnya, dia mengaku pemasukan untuk dua bulan terakhir memang turun drastis. “Penurunannya sekitar lima persen dari total Rp2,6 miliar per bulan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja belum menerima informasi perubahan pengawasan SPPG setelah BGN memperketat sanksi kasus keracunan MBG dan menetapkannya sebagai kejadian fatal.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa