Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIY terkait pemenuhan sumber daya manusia (SDM) dan pendanaan untuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito yang akan menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dari kabupaten dan kota.
Sebab tenaga kesehatan yang dimiliki Bantul saat ini sudah minimal, bahkan beberapa petugas kesehatan di puskesmas maupun di kantor Dinas Kesehatan sudah ditarik untuk melayani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.
“Tenaga kesehatan yg dari unsur Dinas Kesehatan Bantul [kantor Dinkes dan Puskesmas] sudah minimalis, karena sebagian sudah direalokasikan ke RS lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahajo, Selasa (12/5/2020).
Ia tidak menyebut berapa tenaga medis yang kurang. Namun berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Bantul 2018 jumlah tenaga kesehatan di Bantul ada 2.275 orang dengan rincian sebanyak 1.007 perawat, 407 bidang, 238 dokter umum, dokter spesialis dan apoteker masing-masing 202 orang, tenaga gizi 77 orang, sanitarian 57 orang, dokter gigi 54 orang, tenaga kesehatan masyarakat 37, dan dokter spesialis gigi delapan orang.
Sebelumnya Agus Budi Raharjo mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini proses pelayanan di puskesmas juga diubah. Petugas medis di rumah sakit dan puskesmas tidak setiap hari berhadapan dengan pasien, melainkan digilir, “Misalnya hari ini kontak dengan pasien besok tidak. Sehari kontak sehari tidak. Khusus di bagian pelayanan,” kata dia.
Semua petugas medis juga fokus di puskesmas dan rumah sakit sehingga semua puskesmas pembantu sementara ini tutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Aliansi Jogja Memanggil menagih janji Wali Kota Hasto Wardoyo menanggung biaya pengobatan korban kerusuhan 28 Oktober 2026.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
RSJ Grhasia DIY memperluas layanan kesehatan nonjiwa dengan membangun gedung baru yang akan menyediakan layanan spesialis penyakit dalam, anak, dan kebidanan.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.
Polri akan mengecek kabar dua petinggi kepolisian diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam kerusuhan di Jogja.