Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pelajar di kota Jogja merayakan kelulusannya dengan berkonvoi keliling kota, ada juga yang memilih merayakannya di Tugu Jogja./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengumumkan kelulusan tingkat SMP secara serentak, Jumat (5/6/2020). Para siswa dilarang melakukan konvoi atau berkerumun saat pengumuman sebagai antisipasi penyebaran Corona.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah membuat edaran berkaitan dengan pengumunan kelulusan siswa SMP. Edaran ini juga sudah disampaikan ke seluruh SMP di Gunungkidul. “Semua sudah dipersiapkan dan diumumkan serentak Jumat,” kata Bahron, Rabu (3/6/2020).
Menurut dia, pada saat kelulusan para siswa dilarang konvoi atau kumpul-kumpul. Kebijakan ini dibuat selain untuk keamanan, juga sebagai partisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya, dengan aktivitas berkerumun atau melibatkan banyak orang maka sangat riskan terjadi penularan.
Guna memaksimalkan larangan ini, Bahron mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. “Harapannya para siswa dapat mematuhi larangan itu, tetapi agar lebih maksimal maka kami berkoordinasi dengan polisi untuk antisipasi,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati, mengatakan untuk mengantisipasi konvoi pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pengumuman secara online. Menurut dia, pengumuman itu hanya bisa dilihat siswa sendiri karena masing-masing akun dilengkapi dengan password. “Jadi setiap siswa hanya bisa melihat pengumuman kelulusan yang dimiliki,” katanya.
Untuk kelulusan sudah dipersiapkan. Tidak seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, di 2020 tidak ada ujian nasional. Adapun kelulusan mengacu pada standar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni berdasar nilai akumulasi rapor dari semester satu hingga lima. Setelah nilai rapor terakumulasi maka ditambahkan dengan nilai ujian sekolah. “Bobot akumulasi rapor 60 persen dan ujian sekolah sebesar 40 persen,” kata Suhartati.
Dia berharap pelaksanaan pengumuman bisa berjalan dengan lancar dan para siswa menaati larangan untuk perayaan dengan konvoi maupun melakukan kerumunan. “Untuk kelulusan sudah kami persiapkan. Selain itu kami juga menyiapkan proses penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2020-2021,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.