Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 405 jemaah calon haji asal Gunungkidul batal berangkat menyusul adanya keputusan pembatalan keberangkatan dari Kementerian Agama. Jemaah dipersilakan untuk mengambil kembali uang pelunasan yang telah dibayarkan.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Zuhdan Aris, mengatakan seluruh jemaah calon haji sudah membayarkan uang pelunasan keberangkatan Rp10 juta-Rp11 juta. Pembayaran ini dilakukan sebelum adanya putusan pembatalan dari Pemerintah Pusat.
Meski demikian, jemaah tidak perlu khwatir. Pasalnya, sesuai dengan instruksi dari Menteri Agama, uang yang disetor bisa diambil. Hanya saja, tidak semua uang bisa diambil karena pengambilan hanya untuk biaya pelunasan. “Untuk uang daftar sebesar Rp25 juta tidak bisa diambil, tetapi yang pelunasan di kisaran Rp10 juta hingga Rp11 juta bisa diambil. Tetapi jika tidak, juga bukan masalah karena uangnya tetap aman,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).
Untuk pengambilan masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenag. Namun secara alur sudah ada tata cara bagaimana pengambilan uang tersebut. “Kami tunggu juknis yang menjadi acuan untuk pencairan dana pelunasan,” ungkapnya.
Selain diperbolehkan mengambil uang pelunasan, jemaah yang batal berangkat tahun ini akan mendapatkan prioritas pemberangkatan di penyelenggaraan tahun berikutnya. Menurut Zuhdan, keputusan untuk tidak memberangkatkan tidak lepas dari adanya pandemi Corona yang mewabah di seluruh dunia.
Salah satu jamaah calon haji asal Gunungkidul, Yulinda Dwi Nur Respati, mengatakan dirinya sudah mendapatkan informasi terkait dengan pembatalan pemberangkatan haji. Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan karena kebijakan ini demi kebaikan bersama untuk pencegahan penularan Corona. “Pembatalan pemberangkatan bukan hanya sekarang, pada saat kemerdekaan tepatnya saat agresi militer Belanda juga tidak ada pemberangkatan haji ke Tanah Suci,” katanya.
Menurut Linda, sapaan akrabnya, dia sudah menyelesaikan biaya pelunasan untuk haji. Meski demikian, ia tidak berniat mengambil uang tersebut karena yang paling penting bisa diberangkatkan di tahun berikutnya. “Harapannya tahun depan sudah membaik sehingga bisa berangkat haji,” kata anggota DPRD Gunungkidul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Bangkok jadi kota terbaik dunia 2026 versi Readers’ Choice Awards. Singapura masuk 20 besar, sementara Indonesia belum tercantum.
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
MotoGP 2027 punya dua grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix. Simak jadwal kualifikasi baru hingga penghapusan Warm Up.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III