Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Peserta lokakarya berburu objek foto berupa tarian tradisional di Museum Sonobudoyo Jogja sebelum pandemi pada Sabtu (25/5/2019) silam./Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, JOGJA--Seiring dengan menurunnya kasus covid-19 dan wacana new normal di DIY, sejumlah aktivitas perekonomian mulai kembali menggeliat, salah satunya museum yang kini tengah bersiap untuk beroperasional kembali setelah hampir tiga bulan tutup.
Ketua Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, Ki Bambang Widodo, menjelaskan penutupan museum selama pandemi covid-19 menjadi beban berat bagi museum di DIY, khususnya museum swasta dan perorangan. “Tidak ada dana yang masuk untuk operasional, gaji pegawai dan lainnya,” ujarnya, Minggu (7/6/2020).
Penutupan museum selama hampir tiga bulan kata dia, merupakan keputusan masing-masing museum. pihaknya sebatas mengimbau museum untuk menyesuaikan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Surat Keputusan Gubernur DIY terkait masa tanggap darurat covid-19.
Berdasarkan hasil rapat virtual Barahmus DIY dengan Asosiasi Museum Indonesia (AMI), untuk menanggulangi dampak pandemi covid-19 pada museum, pihaknya akan mengirim kuisioner untuk mendata museum yang membutuhkan bantuan pembangunan fisik. Data ini akan diajukan ke AMI untuk direalisasikan pada 2021 mendatang.
Di samping itu, AMI juga memberi bantuan berupa masker biasa sebanyak 1.000 potong dan masker medis sebanyak 500 potong. Bantuan masker ini akan dibagikan secara proporsional kepada museum yang membutuhkan. Ada pula bantuan Rp2,5 juta untuk pembelian hand sanitizer dan operasional.
Karena Dana Keistimewaan tidak memungkinkan menanggulangi dampak pandemi bagi museum, Barahmus DIY meminta Kepala Museum bersama Forum Komunikasi Museum (FKM) se-DIY agar menjalin kerja sama dengan instansi atau corporate social responcibility (CSR) yang berkaitan untuk membantu penanggulangan pandemi.
Untuk museum yang hendak beroperasional kembali, ia mengimbau untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan. Sembari menunggu SOP new normal dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, pihaknya saat ini juga tengah menyusun SOP untuk diterapkan di museum.
Salah satu museum yang telah kembali beroperasional yakni Tembi Rumah Budaya. Kepala Tembi Rumah Budaya, Totok Barata, menuturkan museum dengan koleksi 1.197 benda warisan budaya ini sudah mulai buka pada Senin (1/6/2020), setelah tutup sejak Senin (23/3/2020) lalu. “Bersamaan dengan pembukaan penginapan dan restoran,” katanya.
Museum ini buka dengan SOP yang telah disusun manajemen, meliputi wajib memakai masker di area museum, wajib memakai hand sanitizer yang disediakan di pintu masuk, dilarang menyentuh koleksi museum, menjaga jarak minimal satu meter dengan pemandu, jumlah pengunjung di dalam museum maksimal 10 orang dan data pengunjung selalu dicatat petugas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.