Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Partai Amanat Nasional (PAN) pesimistis terbentuknya poros tengah dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020 ini. Padahal partai berlambang matahari terbit itu merupakan penggagas poros tengah atau poros ketiga tersebut.
Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPD PAN Bantul, Wildan Nafis mengatakan sampai saat ini partainya belum melabuhkan dukungan untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul. Namun ia melihat perkembangan komunikasi politik mendekati Pilkada ini kemungkinan dua pasangan bakal calon yang menguat.
Kedua bakal calon itu adalah sama-sama petahana, yakni Suharsono-Totok Sudarto dan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo. “Poros tengah sampai sekarang tidak ada kabar. Kemungkinannya kecil poros tengah bisa terbentuk,” ungkap Wildan, saat dihubungi Senin (15/6/2020).
Dengan tidak berlanjutnya komunikasi untuk membentuk poros tengah, kata Wildan, kemungkinan besar PAN akan merapat kepada salah satu pasangan bakal calon. Namun pihaknya belum bisa menentukan siapa pasangan bakal calon yang akan diusungnya tersebut dengan alasan masih membutuhkan pertimbangan.
Sampai saat ini diakuinya penjajakan masih terus dilakukan dengan pasangan calon Suharsono-Totok Sudarto maupun Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo. “Yang pasti dalam pilkada ini PAN akan bersikap. Tunggu saja kemungkinan bulan ini ada sikap resmi PAN,” ucap Wildan.
Sekedar diketahui PAN sebelumnya yang menggagas adanya poros tengah bersama sejumlah partai lainnya seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Demokrat, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sejumlah tokoh yang sempat mencuat untuk diusung poros tengah di antaranya Mahmud Ardi Widanto selaku ketua DPD PAN Bantul, Sagiran, Kompol Kusilah, Agus Santoso, Sagiran, AKBP Bejo dan Amir Syarifudin.
Belakangan Mahmud Ardi Widanto meloncat ke Gunungkidul menjadi bakal calon wakil bupati Gunungkidul yang diusulkan PAN. Golkar dan PKS kemungkinan besar merapat kepada Suharsono-Totok setelah melakukan pertemuan pada Senin pekan lalu di kediaman Suharsono.
Ketua DPW PBB DIY, Supriyono belum bisa menentukan sikap dukungan. Partainya justru masih menunggu sikap dari PAN, “PAN juga belum menentukan. Tunggu saja paling tidak lama lagi ada sikap resmi dari kami,” ucap Supriyono.
Ketua DPC Demokrat Bantul, Nur Rahmat Juli Purwanto, justeru masih optimistis poros tengah dapat terbentuk. Menurut dia, komunikasi politik jelang pilkada Desember mendatang masih dinamis dan cair. Pihaknya juga memprediksi masih ada perubahan nama pasangan bakal calon yang muncul. “Saya yakin nani ada kejutan baru ditunggu saja,” ujar Nur Rahmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.