PILKADA BANTUL: Duet Sagiran-Kusilah Paling Santer Didengungkan dari Poros Tengah

ilustrasi. - dok
22 April 2020 15:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai politik yang tergabung dalam poros tengah memastikan keseriusannya dalam mengusung paket pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam Pilkada 2020, bahkan mereka mengklaim akan mendeklarasikan pasangan calon itu pada awal Ramadan ini. Sejauh ini, pasangan nama Sagiran dan Kusilah terbilang yang paling santer digaungkan oleh partai poros tengah di Bantul.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) DIY, Supriyono mengatakan sejumlah bakal calon yang muncul dalam rapat poros tengah adalah Agus Santoso, Sagiran, Amir Syarifuddin, Kompol Kusilah, dan AKBP Bejo. “Tapi kelihatannya lebih menguat untuk menduetkan Sagiran-Kusilah,” kata Supriyono di DPRD Bantul, Rabu (22/4/2020).

Supriyono mengatakan pasangan Sagiran-Kusila akan saling melengkapi dalam membangun Bantul lima tahun ke depan. Sagiran selama ini dikenal sebagai akademisi yang konsen dalam bidang kesehatan, sementara Kusila, kata Supriyono merupakan polisi berpangkat komisaris. Ia mengklaim partai koalisi poros tengah sudah berkomunikasi dengan dua sosok tersebut. “Keduanya sudah oke, silahkan dicek ke beliau berdua dan partai lainnya,” ujar Supriyono yang juga anggota DPRD Bantul ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bantul, Hasyim Turmudzi mengatakan nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul yang akan diusung poros tengah belum fiks dan masih dalam penggodokan. Akan tetapi dia juga tidak menampik nama Sagiran dan Kusilah sudah menyanggupi dan siap menjadi bakal calon.

Keduanya tidak mematok harus bakal calon bupati, namun fleksibel. Akan tetapi yang pasti, kata dia, poros tengah terus berlanjut dan segera dideklarasikan, “Kemungkinan deklarasi pecan ini atau awal Ramadan,” kata dia.

Hasyim mengatakan koalisi poros tengah sudah melebihi ambang batas persyaratan. Selain PPP dan PBB, yang masing-masing memiliki dua kursi dan satu kursi di DPRD Bantul, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) empat kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) lima kursi, dan Demokrat satu kursi. Sebelumnya PAN yang menggagas poros tengah, kendati ketuanya memilih bertarung di Pilkada Gunungkidul, tetapi dia memastikan poros tengah tetap serius dalam Pilkada Bantul.

Hasyim menyatakan koalisi poros tengah hadir karena ada kesamaan pendapat dalam membangun Bantul lima tahun ke depan. Menurut dia, Bantul memerlukan perubahan karena sejauh ini diakuinya belum ada perubahan yang berarti di Bumi Projotamansari. “Bantul butuh perubahan dengan semangat milenial,” ujar Hasyim.

Soal duet Sagiran dan Kusila ini belum mendapat tanggapan dari kedua nama yang bersangkutan. Sebelumnya  kedua tokoh yang sama-sama warga asli Bantul ini menyatakan siap jika ada partai atau masyarakat yang serius mendukungnya. “Kalau ada keseriusan [dicalonkan] saya tak bisa seorang diri [menyanggupi], ditanting mau enggak. Saya enggak mau,” kata Sagiran, awal Maret lalu.

“Silahkan secara formal datang ke Muhammadiyah kalau memang berniat serius. Saya tak akan melangkah kalau tak mendapatkan mandat dari Muhammadiyah. Sama seperti aparatur sipil negara yang memiliki aturan. Kami di organisasi juga punya aturan seperti itu,” kata Sagiran.