Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dexamethasone efektif mengurangi angka kematian pasien Covid-19 yang parah. Namun, obat ini tidak disarankan dipakai untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan karena dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UGM, Ika Puspita Sari, mengatakan dexamethasone biasa digunakan untuk pasien inflamasi berat dan autoimun semisal lupus. “Selama ini untuk asma dan gatal-gatal juga, tapi semakin dibatasi penggunaannya karena ada yang lebih ringan efek sampingnya,” ujarnya, Kamis (18/6/2020).
BACA JUGA: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya
Beberapa efek samping obat ini antara lain osteoporosis, peningkatan kadar gula, glukoma, pendarahan lambung, insomnia dan lainnya. Penggunaan dexamethasone
semestinya diawasi dokter. “Tetapi yang terjadi di warung-warung sering bisa dijual bebas karena masyarakat sakit gigi, punggung pegal, kecetit dan sebagainya bisa dengan dexamethasone ini, tanpa menyadari efek sampingnya,” ungkapnya.
Karena bisa dipakai untuk segala inflamasi atau radang, dexamethasone pun mendapat julukan obat dewa. Di DIY, kata dia, penyembuhan pasien Covid-19 belum memakai dexamethasone, tetapi metil prednisolone, masih sejenis steroid tetapi memiliki efek samping lebih ringan.
Guru Besar Farmakolgi UGM, Zullies Ikawati, mengatakan dexamethasone memang bisa digunakan pada pasien Covid-19 parah. Pada pasien dengan kriteria ini, umumnya telah terjadi acute respiratory distress syndrome (ARDS) dan peradangan berat dengan terjadinya badai sitokin yang meningkatkan risiko kematian.
BACA JUGA: Mengenal Dexamethasone, Obat Murah yang Manjur Cegah Kematian akibat Covid-19
Dexamethasone menekan badai sitokin sehingga dapat menurunkan risiko kematian. Penggunaan jangka pendek seperti pada pasien Covid-19 umumnya tidak menyebabkan efek samping yang berarti, karena manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.
Namun, dalam penggunaan jangka panjang obat ini dapat menimbulkan berbagai efek samping termasuk penurunan imun tubuh. Dengan demikian, dexamethasone tidak digunakan untuk pasien Covid-19 ringan, apalagi untuk pencegahan Covid-19. “Bukan untuk pencegahan karena justru menurunkan sistem imun dan menjadi lebih rentan pada penularan covid-19,” ungkapnya.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menegaskan di DIY, dexamethasone belum digunakan untuk penyembuhan pasien positif Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Warga tidak mampu di Sleman gagal menerima bansos karena sejumlah syarat, termasuk kepemilikan lebih dari satu sertifikat tanah.