Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Pembangunan Pasar Darurat Munggi/istimewa-Disperindag Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul memastikan Pasar Munggi di Kapanewon Semanu dibangun di tahun ini dengan menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. Meski demikian, sebelum pembangunan terlaksana harus dilakukan perubahan rancangan anggaran belanja (RAB) sesuai dengan bantuan yang diberikan.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan jajarannya lega karena sudah ada kepastian berkaitan dengan dana TP dari Kemendag. Hasil dari koordinasi melalui video konferensi Pemkab Gunungkidul dipastikan menerima bantuan yang rencananya digunakan untuk membangun Pasar Munggi.
Meski demikian, kata Johan, ada perubahan RAB karena bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan rencana awal. Pada saat pengajuan Disperindag mengajukan alokasi dana TP sebesar Rp6,9 miliar. Hanya, anggaran yang disetujui hanya Rp3 miliar. Dia menduga kebijakan ini erat kaitannya dengan pandemi Corona sehingga ada pemangkasan anggaran yang dialihkan untuk penanggulangan Covid-19. “Berapapun kami terima karena dana itu untuk realisasi pembangunan Pasar Munggi,” kata Johan, Senin (6/7/2020).
Menurut dia, pembangunan ini merupakan komitmen dari Pemkab untuk merevitalisasi pasar tradisonal yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Khusus untuk Pasar Munggi, Johan mengakui jajarannya fokus terhadap dana yang ada sehingga pembangunan bisa direalisasikan. “Tahun ini kami bangun dulu. Untuk 2021 jika memungkinkan kami ajukan program untuk melanjutkan pembangunan sesuai dengan rencana awal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan. Menurut dia, jajarannya masih menunggu secara resmi tentang dana yang dicairkan untuk pembanguanan Pasar Munggi. “Informasi besaran anggaran sudah ada, tetapi kami butuh surat resminya sehingga bisa dijadikan acuan,” katanya.
Ari mengungkapkan penyesuai RAB sangat dibutuhkan karena disesuai anggaran yang ada. “Ada perubahan perencanaan karena anggaran yang diajukan dengan realisasikan berbeda,” katanya. Untuk proses pembangunan, Ari mengakui sudah membuat pasar darurat yang digunakan untuk menampung pedagang selama Pasar Munggi dibangun. “Pasar darurat digunakan selama dua tahun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.