Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Kendati terjadi penggembungan atau deformasi pada Gunung Merapi, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman diminta memastikan tidak ada jalur evakuasi yang rusak.
Ia menuturkan status Gunung Merapi tidak ada peningkatan dan masih sama dengan beberapa waktu sebelumnya, yakni waspada. “Biarpun ada aktivitas mengeluarkan magma, tapi jaraknya terbatas dan tetap di atas,” ujarnya, Kamis (9/7/2020).
Sebab itu ia mengimbau masyarakat sekitar Merapi untuk tidak khawatir namun tetap waspada. Menurutnya, periode aktivitas Gunung Merapi sekarang berbeda dengan dulu. Jika dulu aktivitas terjadi dalam kurun empat tahun sekali, sekarang lebih lama yakni delapan tahun sekali.
BACA JUGA: Penerima BLT Dana Desa di Bantul Dipastikan Berganti Orang
Warga lereng Merapi kata dia, sudah tahu persis tanda-tanda jika Merapi akan meletus. Meski dikatakan bahaya, warga belum akan mengungsi jika belum ada binatang gunung yang turun untuk menyelamatkan diri. “Mereka juga tidak menyimpan barang berharga di dalam lemari, tapi sudah disiapkan, ditaleni. Kalau ada bencana itu saja yang dibawa,” ungkapnya.
Meski demikian ia tetap mendukung penggunaan teknologi dalam mendeteksi aktivitas Gunung Merapi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kata dia, akan memasang alat pendeteksi ini untuk mengganti alat yang sebelumnya rusak.
Ia berharap teknologi ini mampu lebih baik dalam memperingatkan masyarakat saat terjadi bencana. Namun ia juga meminta masyarakat agar turut menjaga alat pendeteksi, jangan sampai malah dicuri seperti yang terjadi pada alat pendeteksi gempa milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun lalu.
Terkait jalur evakuasi, ia minta perlu dipastikan kembali agar tidak ada yang rusak. “Dalam kondisi waspada tidak boleh ada yang rusak. Truk saja kalau parkir harus menghadap selatan. Jalan harus bagus sehingga bisa untuk lewat kendaraan dengan kecepatan 80 Km per jam,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Prabowo meminta karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dan orangutan Kalimantan yang terdampak diselamatkan.
APJAPI menilai perubahan aturan bagasi Garuda dari bobot ke jumlah koli berpotensi merugikan penumpang dan tidak sesuai regulasi.
Kolam koi 1,2 hektare di Banguntapan diprotes warga. Hasil pemeriksaan OPD Bantul merekomendasikan perbaikan, bukan penutupan.