Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penularan virus Corona di Gunungkidul bertambah lima kasus baru. Total hingga sekarang jumlah pasien positif mencapai 65 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Jumat (10/7/2020) ada tambahan lima pasien positif baru sehingga jumlahnya menjadi 65 kasus. Adapun penambahan berasal dari empat kasus berasal dari wilayah Karangmojo dan satu lainnya berasal dari Kapanewon Wonosari.
Menurut dia, dengan penambahan ini akan dilakukan penelusuran kontak dengan pasien positif terbaru. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penularan tidak semakin bertambah. “Kita langsung telusuri sesuai dengan standarisasi dalam upaya penanganan maupun penanggulangan corona,” ungkapnya.
Selain ada penambahan kasus baru, juga terdapat tambahan pasien sembuh satu orang. Total hingga kemarin, pasien yang dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali tes swab sebanyak 51 kasus. Adapun sisanya sebanyak 14 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan, sedangkan satu pasien positif dinyatakan meninggal dunia.
Dewi menambahkan, untuk perang melawan corona sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Ia mengakui hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19. “Protokol kesehatan sangat penting, jadi masyarakat harus disiplin seperti terus menggunakan masker saa berada di luar rumah, jaga jarak, atau sering-sering cuci tangan menggunakan sabun. Yang tak kalah penting, masyarakat juga harus terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian epidemiologi berkaitan dengan peta kerawanan corona. Menurut dia, didalam kajian ada 14 indikator sebagai penentu apakah suatu wilayah masuk dalam kategori zona merah, oranye, kuning atau hijau. “Dari 14 itu garis umumnya ada tiga, yakni menyangkut epidemiologi, surveilans masyarakat dan pelayanan kesehatan,” katanya.
Meski sudah melakukan kajian terhadap peta zonasi yang ditetapkan dua minggu lalu, namun Sumitro belum bisa mengungkapkan data terbaru kerawanan. Menurut dia, data yang ada akan dikonsultaskan dengan tim ahli dan pakar. “Penghitungannya sudah selesai, tapi kami masih konsultasikan ke pakar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 17 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Kehadiran Speling memberinya kesempatan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya.
BMKG memprediksi cuaca DIY pada 17 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Berikut rincian prakiraan cuaca di lima wilayah Jogja.
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.