Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penularan virus Corona di Gunungkidul bertambah lima kasus baru. Total hingga sekarang jumlah pasien positif mencapai 65 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Jumat (10/7/2020) ada tambahan lima pasien positif baru sehingga jumlahnya menjadi 65 kasus. Adapun penambahan berasal dari empat kasus berasal dari wilayah Karangmojo dan satu lainnya berasal dari Kapanewon Wonosari.
Menurut dia, dengan penambahan ini akan dilakukan penelusuran kontak dengan pasien positif terbaru. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penularan tidak semakin bertambah. “Kita langsung telusuri sesuai dengan standarisasi dalam upaya penanganan maupun penanggulangan corona,” ungkapnya.
Selain ada penambahan kasus baru, juga terdapat tambahan pasien sembuh satu orang. Total hingga kemarin, pasien yang dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali tes swab sebanyak 51 kasus. Adapun sisanya sebanyak 14 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan, sedangkan satu pasien positif dinyatakan meninggal dunia.
Dewi menambahkan, untuk perang melawan corona sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Ia mengakui hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19. “Protokol kesehatan sangat penting, jadi masyarakat harus disiplin seperti terus menggunakan masker saa berada di luar rumah, jaga jarak, atau sering-sering cuci tangan menggunakan sabun. Yang tak kalah penting, masyarakat juga harus terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian epidemiologi berkaitan dengan peta kerawanan corona. Menurut dia, didalam kajian ada 14 indikator sebagai penentu apakah suatu wilayah masuk dalam kategori zona merah, oranye, kuning atau hijau. “Dari 14 itu garis umumnya ada tiga, yakni menyangkut epidemiologi, surveilans masyarakat dan pelayanan kesehatan,” katanya.
Meski sudah melakukan kajian terhadap peta zonasi yang ditetapkan dua minggu lalu, namun Sumitro belum bisa mengungkapkan data terbaru kerawanan. Menurut dia, data yang ada akan dikonsultaskan dengan tim ahli dan pakar. “Penghitungannya sudah selesai, tapi kami masih konsultasikan ke pakar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.