Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi petugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bekerja sama dengan Bank Indonesia akan membuat Sistem Informasi Ketahanan Pangan Mandiri. Langkah ini untuk membuat early warning system pada ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, menuturkan pembuatan sistem ini agar DIY memiliki data lengkap yang bisa menjadi acuan dalam strategi ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
BACA JUGA : Bangun Ketahanan Pangan di DIY, Pemerintah Diminta
“Juga untuk mendata cadangan pangan, pola tanam dan lainnya. Data itu sangat penting,” ujarnya, Jumat (10/7/2020).
Data ini kata dia, akan menggabungkan data yang dimiliki Biro Ekonomi Pemda DIY yang kemudian BI membantu berkolaborasi. Ia menuturkan tim teknis akan segera bergerak sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan data sudah tersedia tanpa harus mengolah lagi.
“Data yang sudah jadi ini bisa untuk memprediksi, memproyeksi dan early warning system. Tapi yang paling penting adalah kita samakan dulu persepsinya. Semua dinas terkait yang memiliki data agar turut berkontribusi,” ungkapnya.
BACA JUGA : Demi Ketahanan Pangan, Warga Diminta Tanam Tanaman
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Arofah Noor Indriani, mengatakan selama pandemi covid-19, pihaknya selalu memantau ketersediaan pangan baik di pedagang, ritel, Gudang maupun Keluarga Kelompok Tani (Gapoktan).
“Dari perhitungan, statusnya masih aman. Ketersediaan masih lebih banyak dari kebutuhan,” ujarnya.
Data ini kata dia, dilaporkan mingguan, di mana setiap pekan ketersediaan pangan masih selalu surplus. Surplus ini masih bisa untuk mencukupi kebutuhan lima sampai sembilan pekan kedepan, tergantung komoditasnya.
Pihaknya juga mendorong petani untuk terus berproduksi. Masyarakat juga didorong untuk mengoptimalkan pekarangan untuk ditanami sayur dan buah.
BACA JUGA : Begini Cara Warga Godean Mendorong Ketahanan Pangan
“Agar kebutuhan harian tidak perlu beli, tinggal petik. Ini yang dinamakan lumbung hidup,” kata dia.
Di samping stok, dari sisi kemudahan akses masyarakat memperoleh bahan makanan juga terus dioptimalkan dengan Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjual produk melalui bazar yang digelar di pasar-pasar di DIY dengan harga di bawah pasaran namun tetap menjaga kualitas. Pada Juli ini, bazar akan digelar pada 15 sampai 30 Juli mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta