WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi petugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bekerja sama dengan Bank Indonesia akan membuat Sistem Informasi Ketahanan Pangan Mandiri. Langkah ini untuk membuat early warning system pada ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, menuturkan pembuatan sistem ini agar DIY memiliki data lengkap yang bisa menjadi acuan dalam strategi ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
BACA JUGA : Bangun Ketahanan Pangan di DIY, Pemerintah Diminta
“Juga untuk mendata cadangan pangan, pola tanam dan lainnya. Data itu sangat penting,” ujarnya, Jumat (10/7/2020).
Data ini kata dia, akan menggabungkan data yang dimiliki Biro Ekonomi Pemda DIY yang kemudian BI membantu berkolaborasi. Ia menuturkan tim teknis akan segera bergerak sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan data sudah tersedia tanpa harus mengolah lagi.
“Data yang sudah jadi ini bisa untuk memprediksi, memproyeksi dan early warning system. Tapi yang paling penting adalah kita samakan dulu persepsinya. Semua dinas terkait yang memiliki data agar turut berkontribusi,” ungkapnya.
BACA JUGA : Demi Ketahanan Pangan, Warga Diminta Tanam Tanaman
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Arofah Noor Indriani, mengatakan selama pandemi covid-19, pihaknya selalu memantau ketersediaan pangan baik di pedagang, ritel, Gudang maupun Keluarga Kelompok Tani (Gapoktan).
“Dari perhitungan, statusnya masih aman. Ketersediaan masih lebih banyak dari kebutuhan,” ujarnya.
Data ini kata dia, dilaporkan mingguan, di mana setiap pekan ketersediaan pangan masih selalu surplus. Surplus ini masih bisa untuk mencukupi kebutuhan lima sampai sembilan pekan kedepan, tergantung komoditasnya.
Pihaknya juga mendorong petani untuk terus berproduksi. Masyarakat juga didorong untuk mengoptimalkan pekarangan untuk ditanami sayur dan buah.
BACA JUGA : Begini Cara Warga Godean Mendorong Ketahanan Pangan
“Agar kebutuhan harian tidak perlu beli, tinggal petik. Ini yang dinamakan lumbung hidup,” kata dia.
Di samping stok, dari sisi kemudahan akses masyarakat memperoleh bahan makanan juga terus dioptimalkan dengan Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjual produk melalui bazar yang digelar di pasar-pasar di DIY dengan harga di bawah pasaran namun tetap menjaga kualitas. Pada Juli ini, bazar akan digelar pada 15 sampai 30 Juli mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Program Makan Bergizi Gratis dipastikan terus berjalan. Hashim tegaskan komitmen Prabowo dan soroti pentingnya pengawasan.
Wali Kota Solo Respati Ardi dilaporkan ke Kejari terkait baliho ultah Jokowi. Ia hormati proses hukum dan siap mengikuti aturan.
IFBC 2026 Jogja resmi dibuka di JEC, hadirkan ratusan peluang usaha dan dorong UMKM bersaing di pasar global.
KPK dalami pengakuan Menhut soal amplop dari Bupati Kuansing. Diduga terkait izin kawasan hutan dan gratifikasi.
Teh hijau usai makan malam bantu turunkan kolesterol LDL. Kaya katekin dan antioksidan, tapi bukan solusi instan.