Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 17 September 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 17 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jadwal dari kedua arah.
Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman. /Ist-DPRD DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta Pemda DIY untuk menjadikan petani sebagai peran utama dalam membangun ketahanan pangan di wilayah DIY.
Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman menjelaskan, pemerintah harus melibatkan petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam membuat dan menerapkan konsep ketahanan pangan di DIY. Mengingat petani sebagai penghasil pangan dan mengetahui secara persis terkait berbagai kendala yang harus di atasi di lapangan dalam hal menghasilkan bahan pangan.
BACA JUGA : Begini Cara Warga Godean Mendorong Ketahanan Pangan
“Nanti pemerintah sebagai fasilitator saja, karena kalau ketahanan pangan ini semua diserahkan pemerintah, tidak akan mampu mengcover semua kebutuhan pangan di DIY. Posisi petani dalam ketahanan pangan ini harus menjadi sentral, yang nanti didukung oleh sektor lain,” katanya, Kamis (2/7/2020).
Dalam pelibatan petani tersebut, lanjutnya, pemerintah butuh pihak ketiga atau swasta dalam rangka menjadi pengendali rantai distribusi pangan. Hanya saja untuk wilayah DIY, pihak ketiga ini bisa dijalankan oleh perusahaan pelat merah seperti BUMD Tarumartani yang saat ini membidangi masalah pangan.
Melalui pelibatan BUMD, maka petani diharapkan tidak dirugikan karena posisi BUMD yang sudah disuntik dengan dana APBD tentu komitmennya tidak semata-mata mencari keuntungan. Sehingga petani tidak selalu dirugikan dengan adanya tengkulak. Sebagai pengendali, pihak ketiga tersebut akan mengarahkan jika satu daerah di DIY mengalami surplus bahan pangan, maka bisa didistribusikan ke daerah lain di DIY yang kekurangan.
BACA JUGA : Jokowi Minta 3 Menteri Ini Dukung Ketahanan Pangan
“Di Jogja banyak kampus, ahli bidang pertanian, nanti bisa dimanfaatkan untuk membantu risetnya, untuk melihat produksi petani seperti pembibitan hingga panen, lalu bisa sampai ke konsumen itu seperti apa, diharapkan bisa diketahui dari hulu sampai hilir. Sehingga langkah antisipasi bisa disiapkan,” katanya.
Politikus Partai Golkar ini juga menyarankan pentingnya memaksimalkan bibit tanaman pangan ciri khas lokal DIY. Tanaman pangan ini perlu dikembangkan sehingga bisa menyesuaikan iklim dan kondisi geografis suatu wilayah. Pihaknya menemukan sejumlah tanaman pangan lokal seperti halnya saat kunjungan di UPTD Balai Pengembangan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Pakem, Sleman.
“Ada Tomat Pakem ciri khas Jogja, tomatnya lebih besar, kadar airnya rendah ini bisa dikembangkan sesuai dengan iklim DIY, ini perlu dukungan pengembangan riset untuk meningkatkan produktivitasnya. Sehingga petani selalu dilibatkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 17 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jadwal dari kedua arah.
Rangkuman ekonomi sepekan 14-19 September 2026, dari komitmen jaga APBN hingga temuan pelanggaran 25 merek beras fortifikasi.
Serangan Iran merusak sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Biaya perang diperkirakan mencapai Rp676,8 triliun.
Seraf Naro Siregar meraih perunggu dan memastikan medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor changquan putra.
DPRD Kota Jogja mendorong kalender event berbasis budaya untuk mengisi low season dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Harga minyak dunia tembus US$100, Indonesia menahan BBM subsidi. Malaysia dan Jepang serupa, Thailand serta Pakistan menaikkan harga.