Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, WONOSARI– Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Saptoyo mengatakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai meminta tambahan anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Rencananya tambahan dana ini diambilkan dari alokasi Belanja Tak Terduga milik pemkab.
Dia menjelaskan, sejumlah OPD yang mengajukan tambahan anggaran di antaranya BPBD dan Dinas Pariwisata. Penambahan itu masih erat kaitannya dengan penanganan dan penaggulangan corona. Sebagai contoh, pengajuan tambahan dari BPBD digunakan untuk karantina di Wisma Wanagama.
BACA JUGA : Anggaran Penanganan Covid-19 di Bantul Rp140 Miliar
Sedangkan pengajuan di dinas pariwisata untuk mendukung sarana prasarana dalam pelaksanaan sektor kepariwisataan di era normal baru. “Sudah mulai dibahas untuk penambahan anggarannya,” kata Saptoyo, Kamis (16/7/2020).
Meski demikian, untuk besaran pengajuan anggaran belum, Saptoyo masih belum bisa memastikan. Ia berdalih masih dalam proses pembahasan sehingga belum ada angka pasti terkait dengan tambahan anggaran. “Nanti saja kalau sudah disepakati akan ada nominalnya,” ungkapnya.
Dampak dari adanya pandemi corona, pemkab diharuskan melakukan refocusing kegiatan. Hasil dari pencermatan ini, jumlah anggaran Belanja Tak Terduga bertambah signifikan. Awalnya, pemkab hanya mengalokasikan sebesar Rp4 miliar, namun setelah direfocusing anggarannya menjadi Rp210,711 miliar.
BACA JUGA : Refocusing Anggaran Pemda DIY untuk Tangani Covid-19
Jumlah ini sudah digunakan untuk penangan antraks sebesar Rp2,22 miliar serta penanggulangan corona di lima OPD sebesar Rp51,9 miliar. “Sudah digunakan untuk berbagai kegiatan mulai penyediaan fasilitas kesehatan, pengadaan masker hingga menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat. Ya kalau sudah habis, maka bisa mengajukan lagi melalui anggaran belanja tak terduga. Meski demikian, anggaran ini tidak hanya untuk corona, karena bisa digunakan untuk masalah kedaruratan lainnya,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemkab. Usulan penambahan diajukan untuk pemenuhan fasilitas protokol kesehatan di destinasi wisata.
“Pembukaan wisata di era baru diharuskan memenuhi standar protokol kesehatan agar destinasi tidak menjadi sumber penyebaran baru virus corona,” katanya.
Meski demikian, untuk besaran anggaran yang diajukan Hary belum bisa memberikan rincian secara pasti. “Saya masih di Bappeda. Yang jelas, usulan anggaran untuk memenuhi berbagai fasilitas seperti pengadaan fasilitas cuci tangan, papan informasi hingga alat pengecek suhu tubuh untuk wisatawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Festival Babad Siti Kemantren tidak cukup hanya menjadi panggung untuk menampilkan potensi budaya masing-masing wilayah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 6 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 6 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.