Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul tidak mempermasalahkan kalurahan yang tidak menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa lanjutan. Pasalnya, bantuan ini bersifat situasional dan sangat bergantung dengan anggaran yang dimiliki.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.7/2020 akan ada perpanjangan BLT Dana Desa. Awalnya bantuan ini hanya berlangsung selama tiga bulan mulai April hingga Juni, namun dengan aturan baru akan diperpanjang hingga Desember.
Meski demikian, kata dia, ada beberapa aturan baru dalam pencairan BLT Dana Desa Perpanjangan. Pertama, pihak kalurahan bisa mengubah data penerima bantuan serta nominal berkurang dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan.
Selain itu, pencairan bantuan juga sangat situasional karena kalurahan diperbolehkan tidak menyalurkan bantuan perpanjangan. “Ya kalau sudah tidak punya anggaran, maka tidak mencairkan juga tidak masalah. Sebab, penyaluran [BLT Dana Desa perpanjangan] sangat bergantung dengan anggaran yang dimiliki,” katanya Harianjogja.com, Minggu (19/7/2020).
BACA JUGA: Covid-19 di DIY Pecah Rekor! Sehari Tambah 16, Pasien Meninggal Bertambah
Subiyantoro mengatakan, aturan terbaru tentang lanjutan penyaluran BLT Dana Desa sudah dibuatkan edaran dan sudah disampaikan ke masing-masing lurah. Meski demikian, ia belum bisa memastikan berapa jumlah kalurahan yang tidak akan menyalurkan bantuan tersebut. “Kalurahan masih fokus dengan musyawarah khusus, sehingga belum ada laporan tentang kalurahan yang tidak menyalurkan perpanjangan BLT Dana Desa,” ungkapnya.
Kepala Desa Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, pihaknya akan tetap menyalurkan BLT Dana Desa Perpanjangan. Hanya saja, jumlah penerima akan berkurang menjadi 50 penerima bantuan saja. “Sudah mulai kami petakan calon penerima. Kalau dibandingkan dengan yang reguler, maka di BLT Perpanjangan jumlah penerima banyak berkurang,” katanya.
Menurut Didik, proses penyaluran masih butuh waktu karena diharuskan melalui musyawarah khusus kalurahan. Untuk sekarang masih dalam pembahasan sehingga penyaluran belum bisa dilaksanakan. “Sesuai aturan maka ada perubahan baik jumlah penerima dan nominal yang diberikan. Jadi, semua harus diselesaikan terlebih dahulu melalui musyawarah khusus, baru setelahnya bisa disalurkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.